Anda disini: Home

Artikel

Suryo Bambang Sulistio: Kadin Berperan Penting Ciptakan Kesejahtraan Masyarakat Daerah

Ditengah kesibukannya sebagai Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Suryo Bambang Sulistio masih meluangkan waktunya untuk diajak berbincang seputar peran organisasi yang dipimpinnya saat ini dalam mendukung program percepatan pembangunan di daerah.

Percepatan pembangunan ekonomi secara sistematis telah tercakup dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI), dimana menurut Suryo, Kadin dan dunia usaha ikut terlibat aktif dalam proses perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya.

 

“Komitmen Kadin dalam MP3EI adalah mengerahkan investasi yang diperlukan sebesar USD 150 Milyard dari pihak swasta nasional dan asing. Kadin juga terus menerus melakukan promosi investasi di daerah kepada para investor.,” ungkapnya.

Diakui Suryo, tentunya keberhasilan investasi di daerah sangat tergantung pada kondisi iklim investasi di daerah, terutama dalam hal perijinan dan kondisi politik lokal. Kondisi politik local tentunya di luar jangkauan Kadin, namun sangat berpengaruh pada iklim investasi di daerah.

Sebenarnya, apa terobosan-terobosan yang dilakukan Kadin dalam menciptakan kesejateraan ekonomi masyarakat di daerah, berikut wawancara Waluyo dan Heldian Effendi dengan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Suryo Bambang Sulistio di kantornya bilangan Kuningan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu:

Seperti apa roadmap pembangunan kepengurusan Kadin 2010-2015 ?

Dari hari ke hari kita dapat melihat bahwa kepengurusan kadin makin kompak dan produktif. Hal ini dapat diartikan bahwa program program Kadin yang dikoordinasikan oleh wakil wakil ketua umum dapat berjalan. Kita juga dapat melihat bahwa akan telah terjialin hubungan dan komunikasi yang lebih baik antara pengurus kadin pusat dengan pengurus Kadin di daerah,baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Hal yang mengembirakan adalah bahwa kekompakaan dan produktivitas kepengurusan kadin 2010-2015 tidak tergantung pada personalianya tetati ditentukan oleh kesadaran untuk melakukan integrasi program-program.

Apa visi dan misi kadin dibawah kepemimpinan Anda ?

Sebenarnya visi dan misi kadin sudah ditetapkan dalam UU No.1 tahun 1987 yang kemudian dirinci dalam AD/ART yang dikukuhkan dengan Kep.Pres No.17 tahun 2010 tentang persetujuan perubahan AD dan ART Kamar Dagang dan Industri. Secara garis besar dapat saya katakan bahwa misi utama Kadin yang utama adalah menjadi miitra yang efektif bagi pemerintah ,baik di pusat maupun di daerah. Yang kedua adalah melayani dunia usaha.Kadin merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembuatan kebijakan dan regulasi tentang perekonomian. Dalam hal ini Kadin berusaha untuk up to date, relevant dan proaktif serta kritis terhadap perkembangan kebijakan dan regulasi perekonomian, bisnis dan industry.

Lingkup kedua misi utama yang di atas tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah. Kadin Daerah juga terus mengupayakan diri untuk menjadi mitra efektif pemerintah serta memperkuat dunia usaha di daerah.
Saya berpendapat bahwa peran Kadin Daerah sangat senteral dalam menciptakan kesejateraan masyarakat di daerah.

Lalu, apa fokus Kadin saat ini?

Kita semua mengetahui bagaimana keadaan perekonomian Indonesia dan apa saja yang sedang dihadapi dimasa depan ini. Terjadinya krisis demi krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat, serta berkembangnya ekonomi China dan beberapa Negara di Asia, kita lihat terjadinya pergeseran kekuatan ekonomi dari barat ke
timur. Indonesia sebagai Negara dengan skala ekonomi yang besar berada dalam wilayah yang menawarkan peluang dan sekaligus juga resiko yang besar.

Fokus Kadin adalah bersama pemerintah sekarang adalah menciptakan keadaan agar kita dapat mengisi peluang yang terbuka untuk memperkuat perekonomian kita. Secara makro pemerintah berhasil menciptakan kondisi makro yang sehat. Kadin bersama dunia usaha focus pada pemanfaatan kondisi makro yang sehat tersebut untuk meningkatkan investasi.

Apa saja bentuk capaian yang sudah diraih selama setahun lebih Anda memimpin Kadin, bisa dijelaskan?

Saya tidak ingin secara eksplisit menyatakan bahwa Kadin telah mencapai keberhasilan ini dan itu selama kepengurusan saya. Alasanya adalah karena semua upaya Kadin merupakan program jangka panjang yang tidak dapat dinilai dalam waktu setahun-dua tahun. Yang dapat kita lihat sekarang ini adalah bahwa pemerintah telah melibatkan Kadin dalam dalam proses pembuatan serta evaluasi kebijakan dan  regulasi tentang perekonomian dan bisnis. Hal yang sama juga terjadi di beberapa daerah, meskipun belum semuanya.

Berbagai usulan dan masukan dari Kadin ke beberapa menteri juga mendapat perhatian serius, terutama tentang pelaksanaan dan evaluasi MP3EI. Komunikasi dengan Kadin Daerah juga sudah mulai mencair dan efektif. Dari komunikasi ini saya mendapat kenyataan-kenyataan tentang dunia usaha dan pembangunan di daerah yang kemudian kami rumuskan menjadi masukan kepada pemerintah.

Sejauh mana revitalisasi Kadin yang Anda janjikan saat terpilih menjadi Ketua Kadin 2010-2015 ?

Saya mempunyai keyakinan bahwa kekuatan dan revitalisasi peran Kadin tidak dibangun dengan terobosan-terobosan, melainkan denganm cara sistematis dan sistematik.  Perioritas saya adalah membangun efektivitas dan efisiensi managemen di sekretariat Kadin. Hal ini sudah dimulai dengan mengetengahkan staf professional yang lebih muda. Posisi Direktur yang banyak kosong sudah mulai diisi secara bertahap dengan tenaga professional.
Sistem managemen data dan informasi juga mendapat  penanganan dengan mulai membangun system informasi yang lebih tertata.

Saya berharap dengan penerapan system CIT (communication and infromasion technology) maka peran Kadin dalam membangun kekuatan dunia usaha di daerah akan lebih baik. Program CIT memerlukan biaya besar, sehingga pelaksanaannya harus bertahap.

Kebutuhan  tenaga exferts telah dipenuhi dengan menghidupkan kembali LP3E (Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi) yang dipimpin oleh Profesor Dr. Didiek Rachbini.

Apa upaya Kadin mendorong percepatan pembangunan di daerah ?

Percepatan pembangunan ekonomi secara sistematis telah tercakup dalam MP3EI, dimana Kadin dan dunia usaha ikut terlibat aktif dalam proses perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya. Komitmen Kadin dalam MP3EI adalah mengerahkan investasi yang diperlukan sebesar USD 150 Milyard dari pihak swasta nasional dan asing. Kadin juga terus menerus melakukan promosi investasi didaerah kepada para investor. Tentunya keberhasilan investasi di daerah sangat tergantung pada kondisi iklim investasi di daerah, terutama dalam hal perijinan dan kondisi politik lokal. Kondisi politik local tentunya di luar jangkauan Kadin, namun sangat berpengaruh pada iklim investasi di daerah.

Masalah pengangguran menjadi momok yang menakutkan di negeri ini,  apa solusi Kadin untuk meningkatkan pertumbuhan angkatan kerja ?

Besar kecilnya tingkat pengangguran ditentukan oleh dua hal, yaitu kapasitas industry dan tingkat produktivitas tenaga kerja. Kapasitas industry dalam penyerapan tenaga kerja tergantung pada pertumbuhan pasar didalam negeri maupun export. Daya beli konsumen didalam negeri tendensinya terus meningkat, namun kapasitas pasar export tendensinya menurun karena krisis di Eropa dan Amerika. Keadaan pasar export yang kendur dan peningkatan daya beli kelas menengah didalam negeri mendorong banjirnya barang import ke pasar dalam negeri. Kalau hal ini dibiarkan maka pengangguran akan terus membengkak.

Oleh karena itu Kadin sedang berusaha untuk mendorong para investor asing menanamkan modal dan teknologi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar didalam negeri. Itulah salah satu solusi yang perlu didukung oleh pemerintah.

Sebagai contoh, Kadin mengusulkan kepada pemerintah agar mendesak pemerintah China untuk mengkonversi perdagangan China kedalam investasi di sector UKM di Indonesia. Kalau hal ini dilakukan maka peluang lapangan kerja akan meningkat.

Kadin juga melaksanakan program untuk mencetak entrepreneurship guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan menambah besar kapasitas usaha dikalangan menengah dan kecil. Dalam kaitan ini Kadin sedang melihat kemungkinan diterapkanya kewajiban program magang atau apprenticeship di dunia usaha.

Kadin sebagai salah satu panglima yang dibutuhkan dalam era persaingan ekonomi dan usaha guna memajukan perekonomian nasional. Apa sebenarnya tantangan Kadin kedepan ?

Tantangan Kadin yang utama menurut saya adalah terciptanya Indonesia Incorporated atas landasan UUD 1945. Negara-negara Asia yang sekarang maju, memulai dengan memadukan semua kepentingan ke dalam satu kepentingan, yaitu kepentingan nasional. Jepang, China,Korea,Taiwan, Singapura, Malaysia,Thailand telah menyelesaikan keterpaduan kepentingan kedalam kepentingan nasional mereka. Indonesia justru terdapat fenomena makin kuatnya segmentasi kepentingan ini. Perekonomian nasional, daya saing dan produktivitas tidak akan menjadi kuat dalam keadaan segmentasi kepentingan politik, bisnis, golongan, kewilayahan dan pribadi-pribadi seperti sekarang.

Kadin dan dunia usaha Indonesia memerlukan keterpaduan kepentingan dalam konteks Indonesia Incorporated. Keterpaduan kepentingan harus didasarkan pada UUD 1945 yang telah mengatur semua aspek kehidupan dengan jelas dan tegas.

Bicara pembangunan ekonomi Indonesia, sebagai Ketua Kadin, apa komentar Anda ?

Saya pribadi cenderung mengingginkan agar pembangunan ekonomi Indonesia mempunyai karakter sendiri sesuai dengan kondisi, kemampuan dan kelemahan, potensi sumber daya yang dimiliki serta tatanan social budaya setempat. Sebagai contoh, wilayah Indonesia yang terdiri dari 70% laut, harus segera mengembangkan potensi lautan. Industry kelautan dan Infrastuktur laut harus diberi prioritas utama. Sumber daya alam banyak terdapat di pulau-pulau diluar jawa. Oleh karena itu paradigma pembangunan industry harus digeser mendekati sumber daya alam. Hal ini berarti digesernya pusat-pusat industry ke Kalimanta, Sumatra, Papua,  Sulawesi dan pulau-pulau di Indonesia timur.

Paradigm baru ini akan mengurangi urbanisasi ke Jawa, akan memudahkan distribusi barang, akan mengurangi biaya produksi dan banyak kemanfaatan lain. Dan yang penting dengan adanya industrialisasi di luar Jawa maka kesenjangan akan  dapat dikurangi.

Apa tanggapan Anda  sebagai Ketua Kadin tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang dicanangkan pemerintah terutama dengan upaya enam koridor ekonomi nasional ?

MP3EI sebagai perencanaan saya kira sudah bagus. Di dalamnya terdapat berbagai komitmen dan strategi yang memberikan harapan. MP3EI juga memberikan porsi pendekatan kewilayahan yang lebih besar. Pendekatan strategis lain dalam MP3EI adalah adanya keputusan memperpanjang nilai tambah sumber daya alam dengan membangun industry pengolahan. Dilain pihak MP3EI dalam pelaksanaannya akan menghadapi tantangan yang luar biasa berat. 

Tantangan utama yang harus dihadapi adalah menciptakan iklim investasi dan iklim usaha yang kondusif secara berkelanjutan. Iklim investasi dan usaha ini akan erat hubungannya dengan konsistensi kebijakan dan regulasi yang tentunya terkait dengan perimbangan kekuatan politik dalam kurun waktu 2011 sampai 2025 mendatang.

Tantangan kedua adalah keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur social sebagai respons dan antisipasi pertumbuhan ekonomi mendatang.

Tantangan ketiga adalah melakukan inventarisasi potensi sumber daya setiap koridor. Tantangan ini tidak dapat diserahkan saja kepada pemerintah daerah, tetapi harus mendapat intervensi dari pemerintah pusat.
Data inventarisasi potensi sumber daya ini termasuk potensi sumber daya manusia beserta tatanan social budayanya.

Tantngan ke empat adalah system dan kompetensi birokrasi. Tujuannya adalah suatu birokrasi yang efesien, efektif dan produktif dalam konteks program ‘ Good Governance”.

Kadin sebagai mitra pemerintah, tentu ada sebuah harapan yang ingin dicapai. Bias dijelaskan seperti apa harapan Kadin kepada pemerintahan Presiden SBY ?

Kadin adalah wadah dunia usaha yang sifatnya tunggal dan dilahirkan melalui Undang-undang. Dunia usaha berperan mengisi system pembangunan yang disusun melalui kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah dan Badan Legislatif. Dengan demikian dunia usaha yang diwakili oleh Kadin lebih mementingkan produk legislasi dari pada siapa yang membuat  legislasi.

Legislasi, terutama dalam perekonomian, investasi, perdagangan dan industry merupakan produk dari system politik dan proses politik. Atas dasar itu maka harapan Kadin adalah bahwa Indonesia segera berbenah tentang system dan proses berpolitik ini.

Kadin sebagai pengayom pengusaha, apakah juga memberikan kebebasan bagi para anggotannya untuk ikut berpolitik praktis. Bisa Anda jelaskan?

Sebagaimana saya jelaskan diatas, Kadin adalah wadah dunia usaha dan mempunyai misi perekonomian. Yang saya harus usahakan hanyalah agar kepentingan politik tidak merusak tatanan yang memungkinkan dunia usaha tercabik-cabik.

Terakhir apa mimpi Anda untuk Indonesia kedepan?

Sebagai mana warga Negara yang lain, saya memimpikan Indonesia yang sejahtera, kuat dan terhormat dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia. (by@potretindonesia)