Menu

Deklarasikan REJO, Relawan Siap Dukung Jokowi 2 Priode

 

Jakarta- Diawali pembacaan doa peserta yang hadir, Relawan Jokowi alias Rejo mendeklarasikan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk kembali maju dalam ajang Pilpres 2019 mendatang.

Ketua Umum Rejo, HM Darmizal menegaskan pihaknya akan berjuang keras mensukseskan Jokowi kembali memimpin pemerintahan di periode kedua. Deklarasi Rejo menjadi bentuk kecintaan terhadap NKRI.

"Dengan ini kami menyatakan dukungan sepenuhnya dan bertekad kuat menjadi relawan untuk memenangkan Insinyur Haji Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun 2019," ungkap Darmizal saat membacakan deklarasi di bilangan Jakarta Selatan, Minggu (6/5).

Dalam acara Deklarasi REJO, Mudhofir Khamid, Presiden KSBSI   yang juga menjabat  Wakil Ketua Umum di REJO saat disinggung  keikut sertaannya di REJO mengatakan Ad/ART KSBSI sudah jelas bahwa KSBSI salah satu organisasi yang independen, demokratis  dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“ Tahun 2014 kita sudah mendukung Jokowi sampai jadi Presiden. Sekarangpun kita mendukung Jokowi untuk 2 prioide,” tukas Mudhofir Khamid.
 Disinggung serikat buruh terpecah menjadi 2 kubu yakni mendukung Prabowo dan Jokowi, Mudhofir   menegaskan perbedaan sikap politik tidaklah menjadi masalah, itu adalah hak politik  sebab yang namanya gerakan buruh pasti tidak lepas dari gerakan politik.

 “ Terpenting, jangan sampai serikat buruh jadi underbownya partai politik,” paparnya.

Salah satu isi Deklarasi REJO menegaskan akan melawan fitnah-fitnah yang ditujukan ke jokowi karenanya sebagai Waketum REJO, Mudhofir  meyakini bahwa berita yang beredar dan menyerang Jokowi  saat ini merupakan fitnah seperti isu Jokowi PKI.

“ Dulu ketika mereka mendukung Jokowi dan Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, soal PKI ini tidak ada masalah.” Tukasnya.

Sementara, terkait Perppres No.20/2018 yang digadang menjadi momok bagi pekerja, Presiden KSBI ini menilai Perpres No.20 itu tidaklah  segawat yang digembar-gemborkan.  Terkait Perppres ini, imbuhnya, tidaklah terlepas dari sejarah, misalnya adanya AKTA , SAFTA lalu keluar UU No.13  yang mengatur TKA, bukan hanya di Perppres.

“ Justru Perppres itu memfilter, makanya dalam Mayday kemarin kita meminta pada pemerintah untuk memperkuat pengawasan agar tidak ada lagi TKA illegal,” tegas Mudhofir Khamid penuh optimis. (abdul syukur)
   

Read more...

Politikus Eva Sundari Bantah PDIP Sarang PKI

Jakarta- Dalam sebuah diskusi diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta,anggota DPR dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari menegaskan nilai-nilai Pancasila sangat dijunjung tinggi di internal partainya. Karenanya dia sangat menentang tudingan bahwa PDI-P sebagai sarang PKI. Menurut Eva, PDI-P dalam melihat masalah, menganalisis bahkan dalam memberikan rekomendasi harus konsisten pakai Pancasila.
   
“Jadi enggak ada ajaran ateisme, sama komunisme. Enggak ada di sana,” kata Eva saat mengikuti diskusi Pusat Kajian Keamanan dan Strategi Global di Hotel Ibis, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).

Eva juga menyesalkan tuduhan oknum tertentu yang menyebut PDIP tidak religius. Ia mengklaim mars partai PDIP salah satu cerminan bahwa pihaknya menjunjung tinggi nilai-nilai religius.

Bahkan, kata Eva, nilai religius dalam mars partainya melebihi partai PAN dan PKS yang notabene merupakan partai Islam. Eva beralasan hampir tiap bait di mars PDIP mengaggungkan Tuhan.

“Orang lagunya saja paling spiritualis, paling religius. Bahkan dibanding lagunya PAN, lebih religius PDIP. Setiap bait itu atas kasih dan kehendak Maha Pencipta, yang kedua Maha Kuasa, Tuhan kabeh isine. Bahkan teman PKS coba dibandingkan, lebih religius PDIP,” ujarnya.

Acara diskusi tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, dan perwakilan Institute Soekarno-Hatta. M Hatta Taliwang. (A.Syukur)

Read more...

Ridwan Bae : Empat Pilar Tonggak Penting Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

KENDARI ; Wakil Ketua MPR RI, Ir Ridwan Bae kembali menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini wakil rakyat fraksi partai Golkar tersebut melaksanakan di Aula Keluarahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Acara yang digelar tanggal 24 April 2018 dihadiri sebanyak 150 orang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda dan organisasi sayap Partai Golkar Kota Kendari.

Dihadapan ratusan kader partai Golkar dan tokoh masyarakat dan semua perangkat SKPD kota Kendari, Ridwan Bae mengingatkan kembali pentingnya Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia. 

"Mari jadikan Pancasila sebagai panutan sekaligus pemersatu kader-kader Partai Golkar di Sulawesi Tengah khusunya Kota Kendari dalam menentukan langkah keputusan politik. Fokus dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, dan berpeganglah pada urusan kerakyatan, " ujar anggota komisi V DPR RI dalam rilisnya pada majalahpotretindonesia.com, Jumat {27/4/2018}.

Ridwan Bae memaparkan, bahwa ke 4 pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan RI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini perlu dikembangkan. "Karena empat pilar merupakan tonggak penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas mantan Bupati 

Ia mengatakan, sesuai dengan amanat Undang-undang melalui Sekretariat Jenderal MPR RI, bahwa anggota MPR yang terdiri dari anggota DPR dan DPD harus melaksanakan kegiatan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan dan Bhinneka Tunggal Ika.  

" Saya apresiasi semua peserta yang hadir di acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang merupakan amanat Undang=undang, " pungkasnya. {iwan}

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.