Menu

KPU Resmi Tetapkan 14 Parpol sebagai Peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14 partai politik sebagai peserta pemilu 2019. Dari jumlah tersebut empat di antaranya merupakan partai baru.

Keikutsertaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menambah semarak Pemilu 2019.

Meskipun popularitas keempat partai itu cukup meningkat dalam beberapa tahun terakhir, pengamat politik Hanta Yudha menyebut partai politik yang baru bergabung sebagai peserta pemilu harus memiliki unsur pembeda dengan partai yang sudah lebih dulu eksis.

"Orang kan tidak begitu kenal, sehingga yang dilakukan bukan hanya letupan politik. Harus ada ledakan politik untuk membuat orang mengalihkan perhatian. Apakah mereka berhasil menjadi partai alternatif yang kredibel atau sama saja," katanya, dalam tayangan 'Breaking News' di Metro TV, Minggu, 18 Februari 2018.

Hanta menilai kehadiran partai baru tidak akan terlalu berat menggerus suara partai yang sudah ada. Berkaca dari peristiwa yang telah terjadi, beberapa tahun silam Golkar melahirkan Hanura dan Gerindra, namun pada saat yang sama suara Golkar relatif tetap stabil.

Berdasarkan data survei Poltracking, kata Hanta, belum ada partai yang terancam tergerus suaranya secara signifikan oleh partai baru. Ia menyebut angka keempat partai tersebut masih di bawah ambang batas elektabilitas partai, yakni empat persen.

Perindo berada di angka dua hingga tiga persen, elektabilitas PSI masih di bawah dua persen punya potensi besar untuk meningkat, sementara dua partai lainnya masih nol koma sekian persen.

"Inilah yang harus disiapkan betul strategi menciptakan makna elektoralnya. Kalau sebut PSI, apa yang ada di benak publik? Perindo dan seterusnya. Kalau ada spontanitas positif di publik bisa meningkatkan elektabilitas partai dan menjadi modal, kalau disebutkan saja orang tidak paham tentu akan sulit," pungkasnya. (red)

 

Read more...

Dapat Nomor Urut 2, Barnabas Orno Sebut Itu Simbol Kebersamaan 

MALUKU ; Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku dalam pengundian nomor urut di kantor KPU Maluku, Ambon  Selasa 13 Februari 2018.

IrJend Pol.(purnawirawan) Murad Ismail dan Barnabas Orno mendapatkan nomor urut 2 sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri itu menyebut filosofi nomor itu bermakna kenormalan, sedangkan dua pasangan calon lain sebagai tidak normal. Dua kandidat lain itu ialah Said Assagaff-Andrias Rentanubun dan Herman Koodeoboen-Abdullah Vanath, masing-masing mendapatkan nomor 1 dan nomor 3.

"Nomor urut satu itu tidak normal, nomor dua normal, nomor urut tiga abnormal," kata Murad kepada wartawan, usai mengikuti pengundian nomor di kantor Komisi Pemilihan Umum Maluku di Ambon, Selasa 13 Februari 2018.

Menurut Barnabas Orno, nomor 2 itu adalah simbol kebersamaan, kasih sayang, serta perwujudan manusia yang sempurna. "Mata kita dua, tangan kita dua, telinga kita dua; ibarat kursi, kita duduk di tengah-tengah dan mengayomi yang lain," ujarnya. (ancha)

 

Read more...

Uji Stategis Politik, Tim Paslon Gubernur Maluku Kepada Rakyat

AMBON ;  Strategi politik tim sukses dari tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku harus berjibaku  meyakinkan rakyat untuk menuju kursi gubernur periode 2018-2022.

Tim sukses harus memutar otak untuk meyakinkan kandidatnya setelah KPUD Maluku menetapkan tiga pasangan berdasarkan keputusan No: 182/HK.03.1-KPT/18/Prov II/2018 pada, Senin (12/2/2018) kemarin. 

Ketua Tim pasangan SANTUN, Richard Louhenapessy yang kini sebagai walikota ambon. Ketua Tim BAILEO, Alberth Ralahalo (Mantan Gubernur Maluku dua periode)

Sementara ketua tim pasangan  HEBAT, Michel Palyama yang bukan merupakan mantan pejabat atau pejabat. Paliama merupakan mantan ketua pasangan Damai pilkada gubernur 2013 kemarin.

Ketiganya harus mempunyai isu strategis dan program unggulan masing-masing calon untuk memikat hari rakyat Maluku guna menuju singgasana kursi lima tahunan itu. 

KPUD maluku dibawah pimpinan Syamsul Rifan Kubangun menetapkan Dua pasangan dari partai politik dan satu dari jalur independen yakni pasangan nomor urut 1 Said Assagaf - Anderias Rentanubun (SANTUN) yang didukung tiga partai politik yaitu Golkar 6 kursi, PKS 6 Kursi, Demokrat 6 kursi. 

Sementara Murad Ismail – Barnabas Orno Nomor urut 2 dengan akronim (BAILEO) diusung delapan partai politik yaitu , PDIPerjuangan, Gerindra, Nasdem, Hanura, PKB, PAN dengan jumlah 27 kursi. 

Sedangkan pasangan Herman A Koedoeboen - Abdullah Vanath nomor urut 3 dengan jargon (HEBAT) dari jalur perseorangan yang telah memenuhi syarat secara sah dinyatakan KPU Maluku. 

Pasangan HEBAT yang diputuskan KPUD Maluku memenuhi sayat dukungan KTP pada verifikasi faktual tahap pertama dan kedua sebanyak 145.414 yang melebihi syarat 122.895 KTP yang merata di 11 Kabupaten/kota di Maluku. (Saleh Tuhuteru)

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.