Menu

Lagi, Polisi Ciduk Pasangan Suami Istri Pemgelola Merkuri di Desa Liang 

  • Written by 
Lagi, Polisi Ciduk Pasangan Suami Istri Pemgelola Merkuri di Desa Liang 

AMBON ; Pengolahan batu sinabar di Maluku belakangan ini tidak henti-hentinya, kendati bahan pembuat merkuri itu dilarang pihak kepolisian. 

Main kucing-kucingan yang dilakukan oknum pembuat merkuri dengan pihak kepolisian dilakukan guna mendapatkan rupiah. 

Seperti yang dilakukan di hutan Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku.

"Tim Subdit I Reskrimum Polda Maluku berhasil menangkap dua warga pengelola merkuri di hutan Desa Liang Kab Maluku Tenggah, Padal Selasa kemarin," ungkap Kabid Humas Polda Maluku Kombes M. Roem. Ohoirat kepada media Diruang kerja, Kamis )19/4/2018). 

Ditambahkan, Penyelidikan yang dilakukan Subdit I Reskrimum Polda Maluku dibawah komando kompol Irvan Reza berhasil menangkap dua warga KR alias Reza (36) beserta istrinya ML. 

Keduanya merupakan Warga Desa Tulehu RT 013 Kecamatan Salahutu Kab. Malteng Provinsi Maluku. Keduanya ditangkap Tim Subdit I kemudian dilakukan pengembangan dan hasil produksi. 

"Hasil produksi  batu sinabar menjadi merkuri kemudian dibawa di Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kab, Malteng dan ditemukan sejumlah barang bukti sejumlah 57 kg merkuri," jelasnya. 

Baginya, batu sinabar tersebut didatangkan dari Desa Iha Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB$ sebanyak 187 kg kemudian diolah menjadi merkuri menjadi 57 kg. 

Sebelumnya pelaku sudah melakukan pengolahan batu sinabar yang dibeli dari SBB sebesar 200 kg seharga Rp 80.000 dengan menghasilkan 80 kg merkuri dan sudah dijual di luar kota Ambon seharga Rp 300 ribu.  

Kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 158 San atau pasal 161 UU No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.

"Terangka akan dijerat dengan hukuman 10 tahun penjara," ujarnya. (Saleh Tuhuteru)Panglima TNI :

back to top
Info for bonus Review William Hill here.