Menu

Putusan MA Akhiri Dualisme Kepemimpinan PPP

  • Written by 
Putusan MA Akhiri Dualisme Kepemimpinan PPP

JAKARTA; Pasca keputusan Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi terkait kepemimpinan PPP Djan Faridz, mengakhiri dualisme kepemimpinan partai berlambang ka'bah tersebut.

Keputusan MA, kata Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy telah mengakhiri sengketa hukum di tubuh PPP yang sudah terjadi selama ini. Romahurmuziy  pun ingin merangkul kubu Djan Faridz yang sempat berlainan arah.

"Saya pastikan akan mengupayakan rekonsiliasi kubu Djan Faridz, usai keputusan Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan kasasi terkait kepemimpin di PPP, " ungkapnya di Jakarta, (28/12/2017) kemarin.

Menurut Romahurmuziy, sebagai partai politik kami membutuhkan seluruh komponen, yang kemarin masih berbeda pandangan termasuk Pak Djan Faridz untuk segera kembali ke PPP.

"Rekonsiliasi di internal PPP penting untuk segara dilakukan. Sebab, gelaran Pilkada serentak akan segera dimulai pada 2018 mendatang.

Sisa-sisa konflik dinilai akan mempersulit PPP untuk bersaing di Pilkada 171 daerah. Namun bila rekonsiliasi bisa berjalan, maka Romahurmuziy yakin PPP akan lebih solid.

"Saya akan datang ke Pak Djan Faridz meskipun sudah 5 kali saya datang ke rumahnya tetapi saya akan datang sekali lagi. Saya tidak pernah menutup pintu islah dan rekonsiliasi," kata dia.

Di mata Romahurmuziy, Dian Faridz adakah tokoh yang punya pengalaman luar biasa mulai dari pengalaman politik hingga sebagai menteri.

"Sayang bila tokoh sekaliber Djan Faridz tidak kembali ke PPP membesarkan partai bersama-sama," pugkasnya. (red)

 

back to top
Info for bonus Review William Hill here.