Menu

Serobot Tanah Warga Miskin di Batam, 2 Pengembang Bakal Dipolisikan

  • Written by 
Serobot Tanah Warga Miskin di Batam, 2 Pengembang Bakal Dipolisikan

BATAM; Belum genap satu bulan Lukita Dinarsyah Tuo menjabat kepala BP Batam, sudah mulai bermunculan para pengembang nakal yang kerjanya hanya "merampok" tanah milik rakyat miskin.

Dalam menjalankan aksinya, para pengembang nakal menyewa jasa oknum aparat, ormas maupun oknum anggota DPRD kota Batam untuk menakut-nakuti rakyat kecil, yang sudah menetap dan bercocok tanam tumbuh berpuluh - puluh tahun di lahan tersebut. Persengkongkolan jahat antara pengembang dan orang-orang suruhannya ini untuk meraup keuntungan pribadi mereka semata.

"Tanpa ada musyawarah mufakat atau pemberitahuan terlebih dahulu sebelumnya kepada pemilik lahan, pihak perusahaan dengan semaunya langsung melakukan pekerjaan pembangunan di lahan tersebut.

Lahan tersebut adalah milik mendiang Bapak Haji Tajudin, yang berlokasi di kampung Sambau, Kecamatan Nongsa kota Batam seluas   27.970 M².

Menurut Abdulah, salah satu keluarga Alm. Haji Tajudin beserta  Perwakilan masyarakat ketika di wawancarai M. Imron dari majalahpotretindonesia.com di Nongsa, mengatakan bahwa telah terjadi penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT.LEO PUTRA NIAGA JAYA dan PT. ANGKUTAN SWASTIKA RAYA atas lahan tersebut .

"Awalnya di tahun 1991 Alm. H. Tajudin sudah mengelola lahan tersebut dengan menanami berbagai jenis pohon dan tumbuhan, kemudian datanglah TNI AD dan meminta lahan tersebut untuk di bangun sebuah yayasan milik Komando Strategi Angkatan Darat (KOSTRAD). Karena untuk kepetingan Bangsa dan Negara pihak keluarga Bapak Haji Tajudi menyerahkan lahan tersebut tanpa ganti rugi sepeser pun," tutur Abdulah di Nongsa, Selasa (21/11/2017).

Menurut Abdulah, TNI AD selaku pihak yang telah menguasai lahan milik Alm. H. Tajudin untuk dibangun yayasan KOSTRAD justru diduga telah menyerahkan pengelolaan lahan tersebut Kepada PT. LEO PUTRA NIAGA JAYA dan PT.ANGKUTAN SWASTIKA RAYA (perusahaan pengembang-red).

Pantauan majalahpotretindonesia.com di lahan sekarang ini telah berdiri plang perusahaan dengan tulisan lahan ini akan di bangun perumahan dan pertokoan Nongsa Sakinah Estate.

"Kami selaku ahli waris dan masyarakat Nongsa merasa dibohongi oleh kedua perusahaan pengembang itu. pihak perusahaan pengembang telah menjadikan yayasan KOSTRAD sebagai tameng untuk menguasai lahan sah milik Alm.Bapak Haji Tajudin," ungkap Abdulah.

Selama ini, lanjut Abdulah, masyarakat telah di adu domba oleh 2 perusahaan pengembang asing dengan aparat kepolisian.

"Contoh, kami sudah menanam jenis pepohonan di atas lahan ini selama 15 tahun atau 30 tahun serta memiliki surat tebas lahan yang diketahui RT/ RW, tiba - tiba datang lah perusahaan pengembang mengklaim bahwa telah memiliki PL atas lahan yang ijinya dikeluarkan oleh BP Batam," tukasnya.

Ditemui di kantornya, Ketua DPP Batam Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Yustinus Bulolo mendesak kedua perusahaan pengembang itu segera menghentikan tindakan intimidasi kepada rakyat miskin yang tinggal di lahan milik Alm. H Tajudin.

"Mental oknum aparat, oknum DPRD dan ormas ini harus segera di revolusi seperti jargin pemerintahan Presiden Jokowi-JK. Pengusaha harunsya bantu rakyat miskin bukan malah menakut-nakuti atau merampas lahannya," kata Yustinus seraya minta warga melaporkan kasus perampasan lahan ini kepada pihak berwajib setempat. (M.Imron)




back to top
Info for bonus Review William Hill here.