Menu

Ketua Yayasan Vihara Tri Ratna Berharap Hakim Bertindak Adil

  • Written by 
Ketua Yayasan Vihara Tri Ratna Berharap Hakim Bertindak Adil

JAKARTA, Sengketa lahan dan bangunan antara Yayasan Vihara Tri Ratna dengan Moe Irwan Raharja kembali memanas. Masalahnya, pihak yayasan Vihara Tri Ratna ajukan gugutan perdata ke Pengadilan Negeri Pusat. Padahal, kasus ini masih dalam proses mediasi dengan pihak Moe Irwan Raharja. Ada apa dibalik gugatan ini....?

Ketua Yayasan Wihara Tri Ratna, Tedian Wibowo mengungkapkan bahwa munculnya gugatan itu diawali saat pengurus yayasan Vihara menerima surat gugatan dari Moe Irawan Raharja untuk segera mengosongkan tanah bangunan pada 2014. Merasa keberatan, pihak yayasan pun lakukan gugatan balik terhadap Moe.

"Gugutan kami terhadap Moe Irawan Raharja ini sudah kami ajukan terkait perkara perdata Nomor 329/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Pst," ujar Tedian Wibowo di PN Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

Ia mengatakan, dalam gugutan Moe yang menuntut pengurus Yayasan Wihara Tri Ratna mengosongkan tanah dan bangunan sebenarnya sudah ditolak oleh PN Jakpus.

"Penolakan itu berdasarkan Sertifikat Hak Pakai No. 117/Kartini yang diterbitkan pada 1976, tercatat bahwa di atas tanah hak pakai tersebut sudah berdiri sebuah kelenteng atau wihara. Bahkan, bangunan ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya DKI Jakarta sejak 1972," ungkap Tedian meyakinkan.

Menurut dia, jika peralihan hak atas tanah dan bangunan, tentu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pejabat yang berwenang. Dalam hal ini, Gubernur DKI Jakarta.


“Vihara ini masih aktif digunakan untuk beribadah umat Budha. Jangan sampai Wihara Tri Ratna dibongkar. Mudah-mudahan hakim bisa memutuskan dengan adil," harapnya.

Untuk diketahui, pihak Yayasan Wihara Tri Ratna pun telah mengajukan gugatan perdata dalam Nomor 236/pdt.G/2017/PN.Jkt.Pst. Sedang yang jadi objek sengketa Vihara Tri Ratna dalam kepemilikan tanah dan bangunan antara Yayasan Wihara Tri Ratna dan Moe Irwan Raharja. Gugatan kepemilikan tanah dan bangunan yang berada di Jalan Lautze No. 64, Sawah Besar, Jakarta Pusat ini sudah berlangsung cukup lama yaitu sejak 2014 silam. (finsha)



back to top
Info for bonus Review William Hill here.