Menu

PAGARJATI Desak Kejati Jatim Usut Tuntas Korupsi Buku Perpustakaan Sekolah Dasar di Sampang

  • Written by 
PAGARJATI Desak Kejati Jatim Usut Tuntas Korupsi Buku Perpustakaan Sekolah Dasar di Sampang

JAWA TIMUR, Elemen masyarakat yang mengatasnamakan diri dari Pasukan Gempur Koruptor (Pagarjati) Jawa Timur, mendesak aparat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengusut tuntas dugaan korupsi buku perpustakaan SD (Sekolah Dasar) di Sampang, Jawa Timur.

Dugaan korupsi buku Perpustakaan tingkat SD di Sampang, Jawa Timur tersebut sudah jadi perbincabgan hangat. Bahkan, kalangan media pun sempat mengungkap kasus yang merugikan uang negara tapi Kejaksaan tetap saja menyelesaikannya kasus ini lewat musyawarah. Ada apa ini?

"Ini yang sedang kita pelajari, kenapa tiba-tiba Kejakasaan menjadikan kasus ini diselesaikan melalui muasyawarah," kata Amir Rudini. salah seorang pengurus PagerJati dalam rilisnya pada majalahpotretindonesia.com, Selasa (17/10/2017).

"Kami tidak ingin ada anggapan dari khalayak ramai bahwa kasus korupsi buku Perpustakaan SD di Sampang diselesaikan secara damai oleh pihak kejaksaan," ungkapnya.

Amir mengatakan, jika benar terjadi demikian, ini bisa mencoreng nama lembaga adhyaksa dimana akan ada tuduhan bahwa ada indikasi oknum di kejaksaan menerima suap dari pelaku (koruptor-red) sehingga kasus diselesaikan secara damai dan petieskan.

Sebagaimana ramai diberitakan media massa, dugaan korupsi buku perpustakaan SD di Sampang oleh distributor penerbit PT SPKN (Sarana Panca Karya Nusa) melalui agennya di daerah, menurut PagerJati ada dua hal yang sensitif dan menunjukkan adanya indikasi bahwa hal itu dilakukan secara terstruktur & terorganisir, yakni:

Pertama, adalah bahwa dalam pengumuman dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Sampang, pemenang lelang tertera pada tanggal 15 Desember 2016.

Padahal, dalam keterangan itu jenis lelang, dengan paket Rp. 2.500.214.000. Dalam rincian LPSE, tertera pada kolom "pemberian penjelasan" 14 Desember 2016 jam 08.00 - 09.00. Serta pada kolom "upload dokumen penawaran" 14 Desember 2016 jam 09.05 sampai 15 Desember jam 23.59.

"Janggal kan, tanggal 15 Desember 2016 jadwal/proses upload dokumen penawaran belum selesai tapi sudah diumumkan siapa pemenangnya dengan meyebut lelang sudah selesai. Lebih aneh lagi bahwa pekerjaan dinyatakan sudah selesai dilaksanakan dengan menyebut lokasi pekerjaan adalah di kantor dinas pendidikan Jl. Jaksa Agung Suprapto 77 Sampang. Dan pada hari itu juga tanggal 15 desember 2016 dilaksanakan proses untuk pembayaran kepada penyedia barang" tutur Amir.

"Kejanggalan ini secara mencolok menunjukkan ada indikasi bahwa sebelum lelang dilaksanakan berarti barang yang akan disuplai oleh penyedia sudah ada di kantor dinas pendidikan. Lihat saja, jadwal upload tanggal 15 Desember sampai tengah malam, tapi belum selesai proses upload sudah dinyatakan ada pemenangnya, dan pada hari yang sama sebelum proses upload penawaran  selesai, penyedia barang yang dinyatakan sebagai pemenang pengadaan sudah dinyatakan selesai melaksanakan pekerjaan dan langsung terjadi proses pembayaran", terang Amir.

Kejanggalan lainnya, ungkap Amir, adanya persekongkolan antara dinas pendidikan dan penyedia barang, dan ini melanggar peraturan, yakni petunjuk teknis dari kementrian pendidikan, bahwa dalam pengadaan buku perpustakaan pengiriman harus dilaksanakan/dikirim oleh penyedia barang sampai ke sekolah2, bukan ke kantor dinas pendidikan, agar sekolah atau dinas pendidikan tidak terbebani ongkos pengiriman.

Kedua, adalah ada dugaan pengurangan jumlah buku yang dikirim, tetapi dalam laporan ditulis bahwa volume buku yang dikirim sudah sesuai kontrak.

Sebagaimana dilaporkan masyarakat yang membawa data ke Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jatim, dalam kontrak, masing-masing dari 50 lembaga SD harusnya menerima 870 judul buku. Jumlah keseluruhan per sekolah harusnya mendapat 2.639 eksemplar. Kenyataan di lapangan jauh dari harapan. Antara pedalaman dan pinggir kota berbeda. Paling parah di pedalaman misalnya di SDN Tobai Tengah 2. Itu hanya mendapat 400–500 eksemplar, jauh dari 2 ribu eksemplar

Sementara itu Aspidsus (Asisten Pidana Khusus) Kejati Jatim, Didik Farhan ketika dihubungi ponselnya belum memberikan tanggapan terhadap masalah ini. (red)

back to top
Info for bonus Review William Hill here.