Menu

KPU Resmi Tetapkan 14 Parpol sebagai Peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14 partai politik sebagai peserta pemilu 2019. Dari jumlah tersebut empat di antaranya merupakan partai baru.

Keikutsertaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menambah semarak Pemilu 2019.

Meskipun popularitas keempat partai itu cukup meningkat dalam beberapa tahun terakhir, pengamat politik Hanta Yudha menyebut partai politik yang baru bergabung sebagai peserta pemilu harus memiliki unsur pembeda dengan partai yang sudah lebih dulu eksis.

"Orang kan tidak begitu kenal, sehingga yang dilakukan bukan hanya letupan politik. Harus ada ledakan politik untuk membuat orang mengalihkan perhatian. Apakah mereka berhasil menjadi partai alternatif yang kredibel atau sama saja," katanya, dalam tayangan 'Breaking News' di Metro TV, Minggu, 18 Februari 2018.

Hanta menilai kehadiran partai baru tidak akan terlalu berat menggerus suara partai yang sudah ada. Berkaca dari peristiwa yang telah terjadi, beberapa tahun silam Golkar melahirkan Hanura dan Gerindra, namun pada saat yang sama suara Golkar relatif tetap stabil.

Berdasarkan data survei Poltracking, kata Hanta, belum ada partai yang terancam tergerus suaranya secara signifikan oleh partai baru. Ia menyebut angka keempat partai tersebut masih di bawah ambang batas elektabilitas partai, yakni empat persen.

Perindo berada di angka dua hingga tiga persen, elektabilitas PSI masih di bawah dua persen punya potensi besar untuk meningkat, sementara dua partai lainnya masih nol koma sekian persen.

"Inilah yang harus disiapkan betul strategi menciptakan makna elektoralnya. Kalau sebut PSI, apa yang ada di benak publik? Perindo dan seterusnya. Kalau ada spontanitas positif di publik bisa meningkatkan elektabilitas partai dan menjadi modal, kalau disebutkan saja orang tidak paham tentu akan sulit," pungkasnya. (red)

 

Read more...

Beltim Dapat Bantuan Proyek Sampah Rp. 2,7 Milyar dari Kementerian PUPR

BELITUNG TIMUR ; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Cipta Karya akan membangun proyek Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman senilai total Rp 2,7 milyar di Kabupaten Belitung Timur.

Awal pelaksanaan pembangunan ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Dirjen Cipta Karya KemenPUPR, Dodi Krispratmaji dengan Bupati Beltim, Yuslih Ihza pada acara Sosialiasi dan Penandatanganan Kerjasama di Hotel Mercure Jalan Purus IV Kota Padang Sumatera Barat, Rabu, (14/2).

Kepala Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Miarka Risdawati mengatakan ada dua kegiatan proyek yang dikerjakan di Kabupaten Beltim. Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Desa Suka Mandi Kecamatan Damar dan Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Trapo Mayang," ujar Miarka.

"Dua-dua (proyek)nya di Trafo Mayang. IPLT itu totalnya Rp 1,7 milyar dibagi ke tiga kabupaten, kalau TPA Rp 2,1 milyar hanya untuk Beltim saja," ungkap Miarka seusai Acara Sosialisasi, Kamis (15/2).

Wanita yang akrab dipanggil Chika itu menyatakan lelang proyek sedang diumumkan dan pengerjaan proyek diperkirakan baru dapat dilakukan Maret 2018 mendatang. Rencananya proyek akan dihibahkan untuk Pemkab Beltim akhir tahun 2018.

"Lelangnya sudah ada di internet. Nanti kalau selesai akan kita hibahkan ke Pemkab," jelas Chika.

Chika menuturkan sudah banyak bantuan yang diberikan oleh PSPLP kepada Pemkab Beltim. Mulai dari eksavator, bolduser, mobil tinja hingga komponen fisik lainnya berupa kantor di TPA Trofo Mayang.

"Bisa dikatakan lengkap bantuan kita. Kita ingin menjadikan TPA di Kabupaten Beltim sebagai TPA Percontohan di Bangka Belitung," kata Chika.

Meski sudah lengkap, ia mempersilahkan Pemkab Beltim untuk mengajukan proposal bantuan lainnya. Bukan hanya untuk TPA dan sampah namun juga drainase dan Pemukiman.

"Kita ini masuk di tiga dinas, Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Cipta Karya PU. Drainase bisa kita bantu, cman buatkan suratnya dulu ke Direktorat Bina Marga agar tidak tumpang tindih," ujarnya.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza berharap proyek akan segera dapat dilaksanakan. Ia menyatakan semua persyaratan yang diajukan dalam Naskah Perjanjian bisa diakomodir Pemkab Beltim.

"Sudah, administrasi kita sudah dilengkapi. Intinya kita ingin segera dapat bantuan ini, soalnya sangat bermanfaat untuk masyarakat," kata Yuslih.

Selain itu, dengan adanya kelengkapan komponen TPS akan menjadi penunjang utama penilaian untuk Piala Adipura. Hal ini disebutnya akan memperbesar peluang Kabupaten Beltim.

"Proyek ini penting untuk menambah penilaian Adipura. Insyallah kita sedang upayakan, agar target terwujud," ucap Yuslih.

Pada acara penandatangan tersebut Dirjen Cipta Karya menyerahkan bantuan hibah untuk 36 kabupaten/kota. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ada tiga kabupaten yang memperoleh bantuan, yakni Kabupaten Bangka, Bangka Barat dan Beltim. Namun di dua kabupaten tersebut hanya memperoleh bantuan sekitar Rp 600 juta. (Nizakaryadi)

 

 

 

 

 

 

Read more...

Dapat Nomor Urut 2, Barnabas Orno Sebut Itu Simbol Kebersamaan 

MALUKU ; Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku dalam pengundian nomor urut di kantor KPU Maluku, Ambon  Selasa 13 Februari 2018.

IrJend Pol.(purnawirawan) Murad Ismail dan Barnabas Orno mendapatkan nomor urut 2 sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri itu menyebut filosofi nomor itu bermakna kenormalan, sedangkan dua pasangan calon lain sebagai tidak normal. Dua kandidat lain itu ialah Said Assagaff-Andrias Rentanubun dan Herman Koodeoboen-Abdullah Vanath, masing-masing mendapatkan nomor 1 dan nomor 3.

"Nomor urut satu itu tidak normal, nomor dua normal, nomor urut tiga abnormal," kata Murad kepada wartawan, usai mengikuti pengundian nomor di kantor Komisi Pemilihan Umum Maluku di Ambon, Selasa 13 Februari 2018.

Menurut Barnabas Orno, nomor 2 itu adalah simbol kebersamaan, kasih sayang, serta perwujudan manusia yang sempurna. "Mata kita dua, tangan kita dua, telinga kita dua; ibarat kursi, kita duduk di tengah-tengah dan mengayomi yang lain," ujarnya. (ancha)

 

Read more...

Panglima TNI : Ancaman Nyata Ke Depan Bersifat Asimetris, Proxy dan Hibrida

CILANGKAP ; Ancaman terhadap suatu negara secara konvensional berupa perang secara terbuka antar negara ke depan menjadi semakin kabur, dikarenakan memakan biaya yang sangat besar dan harus menghadapi komunitas dunia internasional. Ancaman nyata ke depan adalah ancaman yang bersifat asimetris, proxy, dan hibrida dengan memanfaatkan teknologi.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. pada acara pembukaan Rakor Komlek TNI tahun 2018, bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (15/2/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi manusia, tetapi juga memungkinkan munculnya kerawanan-kerawanan dari meluasnya pemanfaatan sharing data dan informasi, serta terhubungnya berbagai sistem yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Konektivitas tersebut rawan terhadap ancaman baru seperti pencurian identitas, gangguan sistem, pengambilalihan kendali sampai pada penghancuran sistem sendiri, bahkan perkembangan terorisme global memanfaatkan digital profiling untuk merekrut sel-sel baru dan terpisah sebagai lone wolf," ungkap Panglima TNI

Disisi lain Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa dalam menghadapi Pilkada dan Pilpres, pada pelaksanaan kampanye kemungkinan akan diwarnai berbagai isu negatif termasuk hoax dengan menggunakan media sosial.  “Untuk itu, perbantuan sarana Komunikasi Elektronik (Komlek) menjadi sangat penting sebagai dasar dalam pengerahan kekuatan TNI," katanya.

“Tidak menutup kemungkinan dapat berkembang menjadi tindakan-tindakan yang lebih ekstrim atau bahkan merusak dengan memanfaatkan isu kesenjangan yang diolah menjadi radikalisme, ekstrimisme, dan populisme," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI mengharapkan, dengan kondisi ancaman yang semakin kompleks tersebut TNI dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi yang mendukung pelaksanaan tugas, terutama teknologi kemiliteran yang diintegrasikan dengan kemampuan Network Centric Warfare (NCW) ditunjang dengan Command, Control, Communication, Computer, Intellegence, Surveilance, and Reconnaisance (C4ISR) dan kemampuan cyber warfare.

“Mengingat peralatan NCW dan cyber warfare berkembang relatif cepat dibanding Alutsista jenis lain, maka TNI dalam hal ini komunitas Komlek perlu mengantisipasi model dan mekanisme pengadaan, pemeliharaan dan perawatan, serta peningkatan fungsi peralatan NCW dan siber secara berkala dan berkelanjutan," tutur Panglima TNI.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI menekankan beberapa hal yang perlu dipedomani dalam pelaksanaan Rakor Komlek TNI, antara lain: Melanjutkan pemenuhan kebutuhan Alkomlek (Alat komunikasi, elektronika dan peperangan elektronika) dalam rangka mendukung operasi pengamanan perbatasan, pengamanan Alki, pertahanan udara, pengamanan pulau-pulau terluar, pengamanan daerah rawan, perdamaian dunia dan pengamanan VVIP serta pengamanan menjelang Pemilu 2019 dengan tetap mempertimbangkan aspek interoperabilitas.

Melanjutkan modernisasi Alkomlek TNI secara selektif berdasarkan skala prioritas dengan mengutamakan produksi dalam negeri dan meningkatkan dukungan pemeliharaan Alkomlek untuk operasi dan latihan TNI serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di bidang Komlek guna mendukung tugas pokok TNI.

Rakor Komlek TNI tahun 2018 diikuti oleh 116 orang, untuk pelaksanaan Rakor tahun ini mengangkat tema "Dengan Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyalitas, Profesional dan Modern Kita Tingkatkan Interoperabilitas Komlek TNI Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI.  (Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H )

 

 

Read more...

Deputy Force Commander Minusca : Pasukan Indonesia Sangat Membantu Misi PBB di Republik Afrika Tengah  

AFRIKA TENGAH ; Kehadiran Pasukan Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni pada misi PBB di Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) di Republik Afrika Tengah sangatlah banyak membantu, terutama dalam hal konstruksi jalan, jembatan dan sarana lain yang pada akhirnya akan menambah serta meningkatkan mobilitas pasukan di lapangan.

Hal tersebut dikatakan Deputy Force Commander Minusca Major General Sidiki D. Traore saat menerima courtesy call Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman, S.H, M.H, M.M. didampingi Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki serta Dansatgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. beberapa waktu lalu, disela-sela mengunjungi Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca misi perdamaian PBB di Indo Eng Coy Garuda Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah.

Deputy Force Commander (DFC) Minusca Major General Sidiki D. Traore mengucapkan terima kasih atas kunjungan Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman beserta rombongan ke Republik Afrika Tengah.  Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan pujian kepada Pasukan Garuda atas kinerja dan kontribusi serta kerja sama dalam melaksanakan misi perdamaian PBB di Central African Republic (CAR).

Menurut DFC Minusca Major General Sidiki D. Traore, hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh Pasukan Garuda tidak saja dirasakan oleh Minusca, namun juga dirasakan dan berdampak positif terhadap perkembangan pembangunan negara Afrika Tengah yang saat ini sedang dalam masa pemulihan keamanan.  "Saya tidak meragukan lagi prestasi Pasukan Indonesia atas dedikasinya sebagai peacekeepers misi PBB Minusca di Republic Central Africa," katanya.

“Saya juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada personel Satgas Kontingen Garuda, karena dengan penuh dedikasi tinggi mampu menjawab segala tantangan tugas yang diberikan, pungkas Major General Sidiki D. Traore. ( Kapten Kav Dian Pratomo)

Read more...

Dansatgaskes : Apresiasi Keberhasilan Tim Satgaskes II TNI  

PAPUA ; Tim Gabungan Satgaskes II TNI telah selesai melaksanakan tugas penanggulangan KLB Asmat, Papua. Tim ini berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan mencapai target yang diharapkan.

Hal tersebut dikatakan Danrem 174/ATW selaku Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dalam rangka pelepasan kembali Tim Satgaskes II TNI, di Aula Yonif 754/ENK, Timika Papua, Rabu (14/2/2018).

Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan menyampaikan bahwa KLB Campak dan gizi buruk Asmat dapat ditanggulangi dengan baik. Tepat tanggal 5 Februari 2018 yang lalu, Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos. telah mencabut status KLB Asmat. “Keberhasilan ini tentu berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, termasuk para prajurit sekalian,” ucapnya.

“Saya sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tim Satgaskes II TNI. Semoga menjadi amal ibadah disisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Brigjen TNI Asep Setia Gunawan.

Lebih lanjut Dansatgaskes TNI mengatakan bahwa KLB Asmat telah dicabut dan dilanjutkan dengan tahap pendampingan dan pemantauan. Satgaskes II TNI telah dapat melaksanakan tugas dengan optimal. “Kedepan Satgaskes TNI menjadi bagian dari Satgas Terpadu Asmat,” jelasnya.

Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan berpesan kepada tim dokter dan paramedis dibawah pimpinan Dantimkes TNI Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, Sp.OT agar hal-hal yang didapat selama pelaksanaan tugas dapat dijadikan pelajaran berharga guna mendukung tugas ke depan. ( Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi)

 

Read more...

Panglima TNI Terima Audiensi Dirjen Bea dan Cukai  

CILANGKAP ; Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI menerima audiensi Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi beserta Staf, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (13/2/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas keberhasilan TNI dalam mengungkap dan menangkap Kapal Sunrise Glory di Selat Philips, wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau, dan berhasil menggagalkan penyelundupan 1 (satu) ton 29 kg sabu.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengharapkan agar kerja sama Bea dan Cukai dengan TNI dapat ditingkatkan dan lebih intensif lagi, guna mencegah dan menangkal segala macam bentuk penyelundupan yang kerap terjadi  di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya menginginkan kerja sama yang erat antara Bea dan Cukai dengan TNI terus ditingkatkan, seperti pelatihan personel, latihan bersama bahkan latihan gabungan secara terpadu dengan TNI AD, TNI AL dan TNI AU dalam rangka mengamankan wilayah rawan berbagai macam penyelundupan yang masuk ke wilayah  NKRI,” kata Heru Pambudi.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi juga menyampaikan terima kasih kepada Panglima TNI bahwa prajurit TNI yang bertugas di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia sangat membantu jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bertugas di perbatasan.  “Kehadiran dan kerja sama prajurit TNI dengan Bea dan Cukai di perbatasan, sangat membantu tugas-tugas yang kita lakukan dan banyak kemajuannya,” ungkapnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI selalu siap dan mendukung serta membantu Bea dan Cukai, khususnya dalam rangka mengamankan tindakan kejahatan dan berbagai macam penyelundupan yang akan memasuki wilayah Indonesia.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, letak wilayah Geografis Indonesia memang sangat memungkinkan bagi para pelaku kejahatan untuk memasok barang-barang illegal ke wilayah Indonesia, baik melalui jalur darat, laut dan udara maupun perbatasan yang dianggap rawan penyelundupan.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa sinergitas dan kerja sama Bea dan Cukai dengan TNI perlu dibangun suatu sistem yang terintegrasi guna memberi efek deterens bagi pelaku kejahatan penyelundupan, sehingga tugas-tugas yang dilaksanakan dapat maksimal.  “Ini semua kita lakukan demi menjaga keutuhan wilayah NKRI,” katanya. (Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H )

 

 

 

 

Read more...

Uji Stategis Politik, Tim Paslon Gubernur Maluku Kepada Rakyat

AMBON ;  Strategi politik tim sukses dari tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku harus berjibaku  meyakinkan rakyat untuk menuju kursi gubernur periode 2018-2022.

Tim sukses harus memutar otak untuk meyakinkan kandidatnya setelah KPUD Maluku menetapkan tiga pasangan berdasarkan keputusan No: 182/HK.03.1-KPT/18/Prov II/2018 pada, Senin (12/2/2018) kemarin. 

Ketua Tim pasangan SANTUN, Richard Louhenapessy yang kini sebagai walikota ambon. Ketua Tim BAILEO, Alberth Ralahalo (Mantan Gubernur Maluku dua periode)

Sementara ketua tim pasangan  HEBAT, Michel Palyama yang bukan merupakan mantan pejabat atau pejabat. Paliama merupakan mantan ketua pasangan Damai pilkada gubernur 2013 kemarin.

Ketiganya harus mempunyai isu strategis dan program unggulan masing-masing calon untuk memikat hari rakyat Maluku guna menuju singgasana kursi lima tahunan itu. 

KPUD maluku dibawah pimpinan Syamsul Rifan Kubangun menetapkan Dua pasangan dari partai politik dan satu dari jalur independen yakni pasangan nomor urut 1 Said Assagaf - Anderias Rentanubun (SANTUN) yang didukung tiga partai politik yaitu Golkar 6 kursi, PKS 6 Kursi, Demokrat 6 kursi. 

Sementara Murad Ismail – Barnabas Orno Nomor urut 2 dengan akronim (BAILEO) diusung delapan partai politik yaitu , PDIPerjuangan, Gerindra, Nasdem, Hanura, PKB, PAN dengan jumlah 27 kursi. 

Sedangkan pasangan Herman A Koedoeboen - Abdullah Vanath nomor urut 3 dengan jargon (HEBAT) dari jalur perseorangan yang telah memenuhi syarat secara sah dinyatakan KPU Maluku. 

Pasangan HEBAT yang diputuskan KPUD Maluku memenuhi sayat dukungan KTP pada verifikasi faktual tahap pertama dan kedua sebanyak 145.414 yang melebihi syarat 122.895 KTP yang merata di 11 Kabupaten/kota di Maluku. (Saleh Tuhuteru)

 

 

Read more...

Asisten Operasi Kasad Kunjungi Pasukan Garuda Konga XXXVII-D di Afrika

AFRIKA ;  Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman, S.H, M.H, M.M. didampingi Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki, beberapa waktu lalu mengunjungi Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Dalam kunjungannya ke Markas Pasukan Garuda di Indo Eng Coy Garuda Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah, Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman dan Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki beserta rombongan menerima paparan dari Dansatgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. terkait tugas-tugas yang sudah maupun yang akan dilaksanakan oleh Pasukan Garuda sebagai peacekeepers di Republik Afrika Tengah.

Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman dalam pengarahannya dihadapan Pasukan Garuda Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca menyampaikan rasa bangga dan puas dengan kinerja yang telah dilakukan oleh seluruh personel selama berada di daerah misi.   “Seluruh prajurit agar senantiasa disiplin dalam bertugas, loyal kepada Dansatgas selaku pimpinan satuan tugas dan jangan lupa untuk senantiasa waspada menghadapi berbagai kemungkinan situasi keamanan yang terjadi di daerah misi,” pesannya.

Mengakhiri pengarahannya, Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman menekankan kepada seluruh Prajurit TNI Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Semoga dengan doa yang senantiasa dipanjatkan oleh seluruh prajurit, Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/ Minusca dapat melaksanakan tugas dengan sukses dan berhasil membawa nama harum bagi bangsa Indonesia,” tutupnya.

Selanjutnya, Mayjen TNI Sudirman didampingi Brigjen TNI Achmad Marzuki, Mayor Inf Harry Prabowo dan Mayor Adm Muhammad Risman Aris meresmikan ruang makan bagi Prajurit TNI Konga XXXVII-D/Minusca “Jatayu Dining Hall”, yang merupakan inovasi dari Dansatgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy.

“Dengan telah diresmikannya “Jatayu Dining Hall”, diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan makan prajurit dan dapat pula dimanfaatkan sebagai tempat untuk acara ulang tahun anggota, acara paparan kepada seluruh anggota dan dapat digunakan sebagai sarana tempat nonton bareng,” kata Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy.

Menurut Dansatgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca, “Jatayu Dining Hall” memiliki arti nama burung Garuda yang sangat besar dalam sebuah cerita pewayangan. “Hal ini sesuai dengan simbol negara kita dan sesuai dengan nama pasukan perdamaian dunia yang sedang bertugas yaitu Pasukan Garuda,” ucapnya.

Mengakhiri kunjungannya di Markas Pasukan Garuda di Indo Eng Coy Garuda Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah, Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman melaksanakan kegiatan penanaman pohon yang diikuti oleh Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki dan Dansatgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy.

Kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya dilaksanakan oleh Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman, akan tetapi ditanam bersama-sama dengan perwakilan anggota Satgas. Hal ini mencerminkan tidak adanya batas antara atasan dan bawahan, yang mencerminkan hanyalah rasa kebersamaan sesama Prajurit TNI.

Penanaman pohon yang dilaksanakan bersama-sama anggota memberikan pesan bahwa Prajurit TNI memiliki harapan yang sangat mulia untuk mendukung misi perdamaian dunia dan menciptakan kestabilan situasi keamanan di Republik Afrika Tengah, dengan disiplin, loyalitas dan dedikasi kerja yang profesional dalam rangka membawa nama harum bangsa Indonesia dimata dunia.

“Terima kasih Jenderal, kehadiran Jenderal di tengah-tengah anggota memberikan spirit yang luar biasa bagi kami agar senantiasa memberikan yang terbaik dalam bertugas membawa nama Indonesia,” kata Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy yang disampaikan kepada Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman dan Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki. ( Perwira Penerangan Konga XXXVII-D/Minusca, Kapten Kav Dian Pratom)

Read more...

Patroli Indobatt XXIII-L Kembali Temukan UXO di Distrik Az Zaqqiyah Lebanon

LEBANON ; Tim Patroli Satgas Indobatt (Indonesia Battalion) Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) kembali menemukan UXO (Unexploded Ordnance) di AoR Kompi Charlie UNP 9-2  wilayah Az Zaqqiyah Lebanon Selatan, Senin (12/2/2018).

Penemuan UXO tersebut, berawal ketika Tim Patroli Kompi Charlie yang dipimpin Serda Mar Engga melaksanakan SFP 488 rutin disekitaran compound.  Tatapan mata anggota patroli atas nama Kopda Mar Anton Subagio terhenti ketika melihat sesuatu benda yang mencurigakan.

Setelah  dicermati dan diobservasi, dipastikan benda tersebut adalah sebuah UXO berjenis Granat Mortir 80 dan masih aktif.  Penemuan ini langsung dilaporkan ke TOC (Tactical Operation Center) Kompi Charlie dan dilanjutkan ke TOC Markas Battalion Indobatt di UNP 7-1.

Selanjutnya, TOC Markas Battalion melanjutkan ke LAF (Lebanese Armed Force) dan tidak berapa lama Tim EOD (Eksplosive Ordnance Disposal) yaitu tim penjinak bahan peledak dari LAF yang dipimpin Letnan Mussa Muhamad datang ke lokasi.

Selang beberapa saat, UXO berjenis Geranat Mortir 80 tersebut dapat dijinakkan kemudian segera dibawa ke Markas mereka sebagai barang bukti untuk segera dimusnahkan.

Menurut Komandan Kompi Charlie Kapten Mar Taufiq Hidayat, Foot Patrol yang dilaksanakan anggota kami adalah patroli rutin mengingat kondisi di area operasi Kompi Charlie ini sangat rawan. “Kemungkinan penemuan UXO ini merupakan sisa-sisa konflik di Lebanon beberapa waktu yang lalu,” ucapnya.

Ditempat terpisah disela-sela kunjungannya di Kompi Alfa, Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P.,  mengucapkan terima kasih atas kinerja anggotanya yang benar-bener fokus dalam menjalankan tugas.  “Saya mengapresiasi kinerja anggota dalam menjalankan tugas. Dalam kurun waktu 2 minggu belakangan ini, Satgas kami sudah dua kali menemukan UXO, pertama di wilayah Tulin, dan kedua di Az Zaqqiyah AoR Kompi Charlie,” jelasnya.

“Ini sesuatu yang menunjukkan kalau daerah operasi Satgas Indobatt benar-benar rawan, dan Allhamdulillah anggota kami sangat fokus dalam menjalankan tugas,” pungkas Letkol Inf Arfan Johan Wihananto. ( Perwira Penerangan Konga XXIII-L/Unifil, Lettu Inf Yandra )

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.