Menu

Pengabdi Setan Raih 7 Piala FFI 2017 di Manado

MANADO, Film horor Pengabdi Setan mendulang piala terbanyak dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017 yang digelar di Grand Kawanua International City, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/11/2017) malam.

Film arahan sutradara Joko Anwar itu meraih tujuh Piala Citra dari 13 nominasi yang didapatkan.

Berikut tujuh piala yang didapatkan Pengabdi Setan:

1. Pengarah Artistik Terbaik: Allan Sebastian

2. Penata Efek Visual Terbaik: Finalize Studios (Heri Kuntoro, Abby Eldipie)

3. Penata Musik Terbaik: Aghi Narottama, Tony Merle, Bemby Gusti

4. Pencipta Lagu Terbaik: The Spouse - "Kelam Malam"

5. Penata Suara Terbaik: Khikmawan Santosa, Anhar Moha

6. Pengarah Sinematrografi Terbaik: Ical Tanjung

7. Pemeran Anak Terbaik: Muhammad Adhiyat

Sementara itu film Night Bus merebut enam Piala Citra di enam kategori, yakni Penata Busana Terbaik (Gemailla Gea Geriantiana), Penata Rias Terbaik (Cherry Wirawan), dan Penyunting Gambar Terbaik (Kelvin Nugroho, Sentot Sahid).

Selain itu, ada Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Rahadi Mandra, Teuku Rifnu Wikana - Night Bus, adaptasi cerita pendek Selamat karya Teuku Rifnu Wikana), Pemeran Utama Pria Terbaik (Teuku Rifnu Wikana), dan Film Terbaik.

Untuk film Posesif memenangi tiga kategori. Tiga kategori itu adalah Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Yayu Unru), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Putri Marino), dan Sutradara Film Terbaik (Edwin).

Adapun Ernest Prakasa lewat film Cek Toko Sebelah mendapatkan penghargaan Penulis Skenario Asli Terbaik. Dan, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik diraih oleh Christine Hakim lewat film Kartini. (red)

Read more...

Panglima TNI : Festival Film Nusantara Tumbuhkan Rasa Nasionalisme

JAKARTA, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, film-film nominasi dalam Festival Film Nusantara merupakan karya anak bangsa yang sangat luar biasa.

"Ini bukti bahwa sejatinya kita kita dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, rasa bela negara, rasa optimisme dan rasa bangga terhadap negara,"demikian dikatakan Jenderal Gatotpada Malam Penghargaan Festival Film Nusantara (FFN) dalam rangka HUT ke-72 TNI tahun 2017 di Teater Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa malam (10/10/2017).
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Film Nusantara 2017 mengakselerasi karya konten kebangsaan yang diwadahi dalam film-flim karya komunitas anak bangsa yang merupakan sumbangsih masyarakat dan prajurit TNI, guna mendorong motivasi perfilman Indonesia.  “Karya anak bangsa yang dituangkan dalam Festival Film Nusantara sangat luar biasa, para nominator dan peserta telah menunjukan kemampuannya diberbagai kategori FFN,” katanya.
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Film adalah suatu metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi bela negara, kemudian yang paling penting lagi adalah menggali budaya-budaya asli Indonesia yang sudah akan hilang padahal budaya itu merupakan kekuatan hakiki. “Saya merasa bangga akan karya para nominator dan peserta lainnya dan Saya tidak menduga peserta FFN 300 lebih dari semua daerah di Indonesia, walaupun masih pemula, tapi sangat luar biasa,” ucapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa kedepan, TNI akan membuat Film Laksamana Malahayati seorang pejuang perempuan yang bertugas sebagai intelijen Kesultanan Aceh dan lulusan Akademi Angkatan Laut Aceh.  “Untuk membuat film Laksamana Malahayati tentu diperlukan studi pustaka agar tidak terjadi kesalahan data dan fakta, karena film ini bukan hanya untuk nasional saja tetapi internasional. Kita tunjukan kepada dunia bahwa kita punya Laksamana Malahayati,” pungkasnya.
 
Adapun film dokumenter kebangsaan peserta FFN  2017 sebagai berikut : Film Kategori Umum meliputi Kasepuhan Cisungsang, Pemburu Dongeng, Dongeng Sebuah Batik, Srikandi Dari Pati, Sense of Place, Sugihartini, Wajah Negara Di Timur Indonesia, Presiden Singkong (Cassava President), Perjalanan Mencintai Negeri, Tarung Bebas Ala Pondok Pesantren, Rembulan, Jagoan Online, Sekolah Emperan, Ciliwung Berdongeng, Cerdas Bersama TNI, Warna Islam Di Nusantara, Toleransi Di Nusantara, Pesantrenku Tak Beratap, Ludruk Tjap Soerabaja, Lentera Dalam Kehidupan, Rona Kerontang Di Tanah Timor, Menyemai Asa Di Pesisir Malang, Buah Manis Pengabdian, Para Penjaga Tana Ulen dan Bunyi Budaya Menuju Moksa.
 
Film Kategori Prajurit TNI terdiri dari Profil Kodam XIV/Hasanudin, Profil Koarmabar Dispen Armabar, Profil Dispenau, KRI Bung Tomo 357 Koarmatim, Sersan Darwis Kodam XIV/Hasanudin, Babinsa Sebagai Garda Terdepan Kodam IX/Udayana, Loen Galak Merah Putih (Aku Cinta Merah Putih) Kodam IM dan Peduli Kasih TNI AD Terhadap Masyarakat Kodam XII/Tanjung Pura.
 
Dalam FFN tersebut, ditampilkan drama teater yang diperankan oleh para prajurit TNI diantaranya Kapten Inf Abu Bastian S.Ikom.M,Si,  Lettu Inf Sulaiman S.Pd.I, Letda Chb (K) Uli Magdalena, Serma Bek/ W Parah AP, Serka TTU/ W Veronika, Serka Deasi,  Serda Mustafa Habibi, Serda (K) Rinia Sekarwati, Serda (K) Yulianda KD, Serda (K) Venny Grace, Serda Tri Asviani, Serda Intan Vantika D, Serda heru Purwanto, Serda Anggi R, Serda Rifki Fs, Prada Gregorius S., Prada Khaerul Dahlan, Prada M. Kholil dan Prada Legi Apriansyah. (Kolonel Inf Bedali Harefa)

Read more...

Syahrini Rilis Single Terbaru Berjudul "Wanita Lain"

Jakarta,  Penyanyi seksi Syahrini mengeluarkan album terbaru berjudul "Wanita Lain". Lagu ini sempat disenandungkan Syahrini saat mengisi acara ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017) malam.

"Aku me-launching singel terbaru berjudul 'Wanita Lain'," kata Syahrini usai tampil.

Lagu yang diciptakan oleh Alam Urbach itu, kata Syahrini, bercerita tentang perselingkuhan.

"Semua orang pernah mengalami itu, tentang perempuan yang diselingkuhi laki-lakinya. Ah biasalah itu, semua pernah mengalami itu. Mau laki-laki, mau perempuan, semua juga sama hehehe," katanya.

Lalu apakah singel barunya tersebut merupakan pengalaman pribadi? "Semua perempuan pasti pernah mengalami itu," ujar Syahrini.

Nantinya, lagu "Wanita Lain" masuk dalam album kelimanya yang ia rencanakan rilis pada 2018 mendatang. Bertepatan dengan 10 tahun Syahrini berkarya di industri musik Tanah Air.

"Ini akan ada di album kelima. Proses hari ini sampai launching akan memakan waktu dua sampai tiga bulan. Karena mau launching album kelima. Lagi proses recording, sudah terkumpul beberapa lagu. Tinggal launching, udah enggak sabar," katanya sambil tersenyum.

"Pas juga 10 tahun aku berkarya, pas tahun depan kepengin juga konser. Dari 2008 kan aku berkiprah, jadi pas banget aku launching album kelima sekalian aku konser," tambah perempuan yang dikenal dengan jargon-jargon 'ajaib'-nya itu. (mytha)

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.