Menu

Items filtered by date: Kamis, 10 Mei 2018

Panglima TNI Resmikan Empat Satuan Baru TNI di Sorong

  • Published in Hankam

SORONG ; Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.I.P. meresmikan empat satuan baru dan pergantian nama satuan TNI  di Mako Armada III Sorong, Papua Barat, Jumat (11/5/2018).

Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian empat satuan baru yaitu Divisi Infanteri 3/Kostrad, Komando Armada (Koarmada) III TNI AL, Pasmar 3 Korps Marinir TNI AL dan Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) III, serta pergantian nama satuan TNI yaitu Komando Armada RI Wilayah Barat (Koarmabar) menjadi Koarmada-I dan Komando Armada RI Wilayah Timur (Koarmatim) menjadi Koarmada-II merupakan bagian dari rencana TNI yang telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomer 10 Tahun 2010 dan Peraturan Presiden Nomer 62 Tahun 2016 serta Program 100 hari kerja Panglima TNI.

“Dengan adanya Satuan TNI baru ini secara dimensi ruang memenuhi unsur kematraan lengkap, maka diharapkan dapat bekerja secara sinergis dan interoperable, untuk menghadapi ancaman serta memitigasi persoalan di wilayah Indonesia Timur secara cepat,” ujar Panglima TNI.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, upaya pembentukan empat Satuan TNI baru tersebut, memiliki nilai strategis tinggi dan latar belakang yang cukup kompleks, dikarenakan perkembangan pembangunan kekuatan militer dunia, khususnya di kawasan Asia merupakan salah satu tolok ukur dalam perimbangan kekuatan (balance of power), yang saat ini belanja militer di Asia sudah melampaui Eropa.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi perubahan paradigma dalam pembangunan kekuatan dan kemampuan militer. Negara-negara Eropa menuju pada perspektif perubahan dari jaman sekarang sampai modern dalam memandang peran militer yang mengarah pada fungsi non-combat untuk menghadapi ancaman-ancaman non-tradisional. ”Sedangkan negara-negara Asia mengalami jalur intelektual berlawanan arah, menuju ke arah modernisasi militer menjadi semakin asertif khususnya pada kekuatan maritim,” ungkapnya.

Disisi lain Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa Indonesia dengan luas wilayah terbentang dari Sabang sampai Merauke, memiliki peluang sekaligus tantangan geografis dan memberikan peluang Indonesia menjadi poros maritim dunia, sebagai jalur komunikasi dan lalu lintas perdagangan. “Tantangan geografisnya yaitu bagaimana Indonesia, mampu menjaga keamanan baik keamanan masyarakat, maritim maupun nasional, yang berujung pada terjaganya keutuhan dan kedaulatan NKRI,” katanya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa dengan semakin meluasnya spektrum ancaman dan tantangan yang dihadapi mendasari pemikiran TNI dalam mengembangkan organisasi, khususnya ke arah timur. “Perencanaan strategis TNI ke depan yaitu mengutamakan sinergi dan interoperabilitas TNI, sehingga pembentukan Satuan TNI baru di wilayah Indonesia Timur dilaksanakan secara serentak meliputi Divisi Infanteri 3/Kostrad di Makassar, Koarmada III di Sorong, Koopsau III di Biak, dan Pasmar-3 Korps Marinir di Sorong,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan selamat kepada Mayjen TNI Achmad Marzuki sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad, Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M. sebagai Panglima Koarmada III, Marsma TNI Tamsil Gustari Malik, S.E. sebagai Pangkoopsau III, dan Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., M.M. sebagai Komandan Pasmar-3 Korps Marinir.

Menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI menyampaikan bahwa wilayah Sorong memang utama karena ujung laut wilayah timur adalah di Sorong dan diharapkan pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah dipadukan dengan strategi pembangunan oleh TNI sehingga akan terjadi sinergitas antara Work Breakdown Structure (WBS) dan strategi pembangunan di TNI.

“Memang di wilayah timur untuk satuan-satuan induk khususnya satuan tempur belum ada sehingga kita sangat segera merealisasikan rencana tersebut, tujuan utamanya untuk melaksanakan operasi di perbatasan untuk menjaga stabilitas keamanan,” ujarnya.

Terkait personel yang akan ditempatkan di Satuan baru tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa penempatan personel sesuai dengan daftar susunan personel dan perlengkapan serta tabel organisasi dan perlengkapan, namun pengisiannya tidak langsung tetapi secara bertahap. “Sesuai kebijakan pemerintah Satuan tempur tidak hanya ditempatkan di Jawa, namun tersebar di seluruh Indonesia termasuk Satuan baru TNI di Sorong Papua yang baru diresmikan,” katanya.  {Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman}

 

 

 

Read more...

Kapuskersin TNI Terima Kunjungan Atase Pertahanan Meksiko

  • Published in Hankam

CILANGKAP ; Kepala Pusat Kerjasama Internasional (Kapuskersin) TNI Laksamana Pertama TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr. (Han) menerima kunjungan Atase pertahanan (Athan) Meksiko General Juan Osuna Gonzalez di Ruang Rapat Puskersin, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Athan Meksiko di Markas Besar TNI.

Kunjungan yang berlangsung secara hangat tersebut, Kapuskersin TNI dengan Athan Meksiko membicarakan mengenai rencana bentuk kerjasama militer antara Angkatan Bersenjata Indonesia dengan Meksiko.

General Juan Osuna Gonzalez juga menyampaikan beberapa kerjasama militer yang dapat dilakukan kedua Angkatan Bersenjata, diantaranya melaksanakan kunjungan persahabatan (exchange VIP visit), kerjasama di bidang pendidikan yang dimulai dari strata kapten (tactical level) sampai dengan Kolonel (Superior War College) yang rentang waktunya antara enam bulan sampai dengan tiga tahun dan pendidikan short course untuk personel militer Indonesia.

Athan Meksiko juga menyampaikan bahwa Angkatan Bersenjata Meksiko memiliki ketertarikan mengirimkan para personel militernya yang terlibat dalam pasukan perdamaian PBB (peacekeeping force) untuk melaksanakan pelatihan di Indonesia.

“TNI sangat berpengalaman di bidang ini dengan TNI mengirimkan ribuan pasukannya sebagai pasukan perdamaian di berbagai negara yang terlibat konflik dan menyelesaikan misi dengan baik”, katanya.

Pada kesempatan tersebut Kapuskersin TNI menyampaikan ucapan terima kasih atas tawaran yang diberikan oleh Departemen Pertahanan Meksiko melalui atase pertahanannya untuk Indonesia.

Menurut Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, diperlukan pembicaraan lanjutan dengan counterpart Puskersin TNI di Meksiko untuk membicarakan lebih detil dan terinci mengenai konsep kerjasama yang akan dilakukan oleh militer kedua negara. Sementara itu Kapuskersin TNI juga menyampaikan bahwa mengenai tawaran program pendidikan dapat direalisasikan melalui Spers TNI yang akan difasilitasi oleh Puskersin TNI.

Lebih lanjut Kapuskersin TNI mengharapkan dengan adanya pembicaraan tahap awal ini, kerjasama militer antara kedua negara dapat mempererat hubungan bilateral kedua negara sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan militer kedua negara yang secara geografis terpisah cukup jauh ini. { Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) H. Agus Cahyono}

 

Read more...

Antusiasme Masyarakat Sorong Saksikan Demonstrasi Terjun Payung TNI

  • Published in Hankam

SORONG ;  Masyarakat Sorong sangat antusias menyaksikan demonstrasi terjun payung yang dilakukan oleh 30 Prajurit TNI pada acara peresmian satuan baru TNI dan perubahan nama satuan TNI oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bertempat di Mako Armada III  Sorong, Papua Barat, Jumat (11/5/2018).

Adapun Satuan TNI yang baru diresmikan yaitu Divisi Infanteri 3/Kostrad, Komando Armada (Koarmada) III TNI AL, Pasmar 3 Korps Marinir TNI AL dan Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) III. Sedangkan perubahan nama satuan TNI yaitu Komando Armada RI Wilayah Barat (Koarmabar) menjadi Koarmada-I dan Komando Armada RI Wilayah Timur (Koarmatim) menjadi Koarmada-II . { Kolonel Sus Taibur Rahman}

 

Read more...

Wakil Bupati Pulau Morotai Ajak Masyarakat Saksikan Latihan PPRC TNI 2018

MOROTAI ; Wakil Bupati Pulau Morotai Asrun Padoma mengajak masyarakat Morotai untuk berbondong-bondong datang menyaksikan secara langsung latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2018 yang dilaksanakan di Pulau Morotai, Maluku Utara.

Hal tersebut dikatakan Bupati Pulau Morotai Asrun Padoma usai mengikuti rapat terakhir terkait persiapan latihan PPRC TNI, bertempat di Lanud Leo Watimena Morotai, Maluku Utara, Jumat (11/5/2018). “Kami merasa bangga dan sangat mendukung pelaksanaan latihan PPRC TNI yang dilaksanakan di wilayahnya, karena dengan adanya latihan PPRC TNI maka Kabupaten Morotai dapat dikenal menjadi salah satu daerah yang kaya akan pariwisata,” ujarnya.

Menurut Asrun Padoma, dengan adanya latihan ini wilayah Pulau Morotai atau Kabupaten Morotai dapat mempromosikan diri sebagai daerah yang kaya akan pariwisata dan Pemda sangat mendukung latihan-latihan ini dalam rangka pembangunan Morotai.

Di sisi lain, Asrun Padoma menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Morotai dalam hal ini Bapak Bupati telah menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah untuk benar-benar memberikan instruksi kepada Kepala Desa yang berada di sekitar lokasi latihan yang dilaksanakan oleh TNI untuk menjaga wilayah tersebut, agar latihan berjalan dengan aman dan lancar.

“Nantinya masyarakat yang akan menyaksikan secara langsung Latihan PPRC TNI 2018 dan akan diberikan tempat di sekitar runway Lanud Leo Watimena Morotai. Saya berharap kepada masyarakat tetap memperhatikan faktor keamanan saat menyaksikan jalannya latihan,” ucapnya.

Ditambahkan oleh Bupati Pulau Morotai bahwa terkait latihan PPRC TNI tahun 2018 yang akan dilaksanakan tanggal 12 Mei 2018, jajarannya telah menyampaikan kepada masyarakat melalui Camat, Kepala Desa dan lain-lain agar masyarakat menghindari atau mengosongkan daerah-daerah yang menjadi tempat dilaksanakannnya latihan PPRC TNI. { Dansatgaspen PPRC TNI Tahun 2018, Kolonel Arm Edwin Habel, S.A.P}

 

Read more...

Kapolres Pulau Morotai Siap Dukung Kelancaran Latihan PPRC TNI 2018

MOROTAI ; Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai siap mendukung kelancaran pelaksanaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2018, khususnya pengaturan arus lalulintas selama jalannya latihan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pulau Morotai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mikael P. Sitanggang, usai mengikuti rapat terakhir terkait kesiapan latihan PPRC TNI tahun 2018, bertempat di Lanud Leo Watimena Morotai, Maluku Utara, Jumat (11/5/2018).

Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P. Sitanggang mengatakan bahwa latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI yang dilaksanakan di Morotai sangat baik dan pihak kepolisian dalam hal ini Polres sangat mendukung latihan ini dalam rangka meningkatkan profesionalisme TNI.

“Latihan ini sangat baik dan kami pihak kepolisian sangat mendukung rekan-rekan TNI baik dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU karena kami yakin latihan ini dapat meningkatkan profesional pasukan TNI,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh AKBP Mikael P. Sitanggang bahwa terkait pelaksanaan latihan PPRC TNI tahun 2018 di Morotai, pihak jajaran Polres telah menyampaikan kepada satuan bawah dalam hal ini Kepolisian Sektor (Polsek) untuk mensosialisasikan latihan ini kepada masyarakat.

“Pihak Polres melalui Polsek dan Babinkamtibmas menghimbau kepada masyarakat di Pulau Morotai, agar tidak melakukan aktifitas disekitar daerah latihan khususnya pada tanggal 12 Mei 2018,” ujar Kapolres Pulau Morotai.

Autentikasi : Dansatgaspen PPRC TNI Tahun 2018, Kolonel Arm Edwin Habel, S.A.P.

 

Read more...

Ketum Dharma Pertiwi Lantik Ibu-Ibu Ketua Empat Satuan Baru TNI di Sorong

SORONG ; Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melantik dan memimpin acara pembentukan dan pengangkatan Ketua Persit Kartika Candra Kirana Korcab Divisi Infanteri 3 Pengurus Gabungan Kostrad Ibu Ayu Achmad Marzuki, Ketua Pia Ardhya Garini Daerah III Koopsau III Ibu Tamsil Gustari Malik, Ketua Daerah Jalasenastri Armada III Ibu Niniek Ariawan dan  Ketua Korcab Pasmar 3 Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ibu Amir Faisol, bertempat di Aula Mako Armada III, Sorong Papua Barat, Jumat (11/5/2018). 

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman HP. 081360032267

 

Read more...

Launching Cycling Club, Pangdam : Kita Juga Memasyarakatkan Olahraga Bersepeda

SURABAYA ; Tak hanya di hadiri Pangdam saja. Namun, berlangsungnya launching Cycling Club kali ini, juga diikuti oleh ratusan pecinta gowes dari berbagai komunitas pecinta sepeda di Surabaya.

Mayjen TNI Arif Rahman, M. A mengatakan, launching yang dibuka oleh dirinya tersebut, bertujuan untuk  mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan.

“Dengan bersepeda, kita juga akan mengurangi polusi udara di sekitar kita, yang saat ini sudah banyak tercemari oleh bahan kimia atau zat lain yang membahayakan kesehatan,” jelas Pangdam V/Brawijaya sebelum melepas keberangkatan para peserta gowes. Jumat, 11 Mei 2018 pagi.

Di sisi lain, menurut Pangdam, selain menjadikan pelopor utama akan kepedulian terhadap lingkungan, launching yang berlangsung di Makodam V/Brawijaya, Kota Surabaya kali ini, juga bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga bersepeda.

“Maka dari itu, acara Launching Brawijaya Cycling Club seperti ini merupakan salah satu upaya untuk menggiatkan olah raga bersepeda di kalangan anggota dan masyarakat luas,” jelas Mayjen Arif.

Sementara itu, di lokasi yang sama, salah satu peserta gowes mengaku jika dirinya sangat mengapresiasi setiap dukungan yang diberikan oleh Pangdam V/Brawijaya terhadap para komunitas sepeda di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.

“Saya sangat menghargai Pangdam yang bisa merangkul seluruh komunitas Cycling. Kegiatan seperti ini, belum tentu ada di Indonesia,” ujar Asrul.

Selain dihadiri Pangdam dan ratusan peserta gowes, berlangsungnya launching saat ini, juga dihadiri Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S. Sos, Kasgartap III/Surabaya, Irdam V/Brawijaya, Para Asisten Kasdam, para Kabalak Kodam V/Brawijaya, serta perwakilan dari Polda Jatim.

Tak hanya peresmian saja. Launching tersebut, juga ditandai gowes serentak yang diikuti sebanyak 1.500 peserta gowes dengan diawali dari Jalan Hayam Wuruk, Makodam V/Brawijaya, Kota Surabaya. Rencananya, para bikers yang berkumpul di Makodam tersebut, akan menempuh jarak sepanjang 40 Kilometer, terlebih menyisiri setiap ruas jalanan di Kota Surabaya. Di sisi lain, hal yang sama juga digelar di 29 titik wilayah Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Di setiap titik Kota/Kabupaten, launhing tersebut, melibatkan 300 bikers. {Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto}

Read more...

Mengapa Kita Menolak Khilafah?

JAKARTA ; Keputusan PTUN yang menolak gugatan atas pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia  (HTI) semakin mengukuhkan PERPPU Ormas. Majelis hakim menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya, tentang pencabutan status badan hukum HTI oleh Kemenkumham. Dengan demikian, keputusan pencabutan badan hukum HTI tetap berlaku, sehingga HTI dinyatakan bubar demi hukum.

Keputusan PTUN ini memberi semacam yurisprudensi bahwa Ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila tidak diperkenankan berdiri di Indonesia. Ideologi besar "khilafah" dalam konteks ini dianggap bertentangan dengan nilai dasar yang dianut oleh Pancasila, yakni permusyawaratan dan demokrasi. Dan pada level akar rumput, tuntutan pembubaran HTI memang menjadi bola salju, karena HTI secara ideologis membahayakan eksistensi NKRI yang menjadi platform bentuk kedaulatan negara.

Mengapa HTI tidak relevan untuk hidup dan berkembang di Indonesia? Dalam hal ini dapat dijelaskan dengan beberapa argumen. Pertama, HTI bercita-cita mendirikan negara khilafah yang bersifat trans-nasional, hal ini jelas bertentangan dengan dasar dan ideologi negara kita. Sistem khilafah meniscayakan adanya politik trans-nasional, di mana negara-negara yang berada di bawah kekuasaan khilafah harus tunduk pada kekuasannya yang lintas bangsa dan negara. 

Kekuasaan negara-bangsa dalam hal ini runtuh. Khilafah tidak mengakui adanya kedaulatan bangsa. Seakan menafikan bentuk negara  Indonesia yang merupakan negara kesatuan berbentuk republik, di mana kekuasan secara mutlak dimiliki oleh rakyat melalui institusi negara. Jika cita-cita HTI ini tercapai, maka kedaulatan negara-bangsa Indonesia ini secara otomatis menjadi runtuh.

Kedua, sistem khilafah dalam khazanah keislaman masih menjadi polemik. Dalam sejarah peradaban Islam, tidak ada model baku tentang  sistem pemerintahan. Sistem khilafah adalah satu dari sekian banyak interpretasi tentang sistem pemerintahan Islam. Sehingga secara historis tidak memiliki akar yang kuat tentang standar "khilafah" yang bisa dibangun sebagai sistem pemerintah. 

HTI sepertinya memandang khilafah sebagai utopia dan nostalgia tentang abad keemasan Islam yang ditafsirkan menggunakan sistem khilafah. Sehingga HTI sebenarnya tidak memiliki basis filosofi, bentuk sistem khilafah yang akan digunakan. Mereka hanya menggunakan khilafah sebagai cita-cita pembangun semangat, tanpa memahami misi dan struktur pembangunnya. Dan ini tentu saja sifatnya spekulatif.

Ketiga, kampanye khilafah selama ini telah berpotensi menghancurkan pondasi persatuan bangsa yang telah lama dirajut. Jika kita simak propaganda HTI, banyak kritik terhadap sistem dan pemerintah yang sah dianggap kafir dan taghut, mengingat tidak berdasarkan sistem islami. "Pancasila itu taghut, Demokrasi itu kafir", begitu ujaran yang selama ini dikampanyekan.  

Hal ini tentu saja menjadi preseden buruk bagi persatuan bangsa, dan berpotensi melahirkan perpecahan, mengingat delegitimasi ideologi bangsa rawan menjadi kepentingan politik. Faktanya, banyak negara yang sudah  secara resmi melarang  HT, seperti Rusia, Jerman, Inggris, Prancis,  Spanyol serta negara Eropa lainnya. Bahkan negara-negara Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, Arab Saudi, Suriah, Libya, Turki juga menolak keberadaan HT di negaranya, termasuk negara jiran kita, Malaysia.

Keempat, HTI sebenarnya adalah partai politik, bukan semata-mata gerakan dakwah. Dalam sejarahnya, Hizbut Tahrir merupakan partai "pembebas" yang berbasis politik. Awal kelahiran Hizbut Tahrir di Palestina, semata-mata sebagai partai politik yang didirikan oleh an-Nabani dengan visi menegakkan khilafah Islamiyah. 

Sebagai partai politik yang lintas negara, tentu saja ini membahayakan keberlangsungan sistem kenegaraan dan demokrasi. Partai politik sebagai pilar demokrasi harus senantiasa sejalan dengan ruh demokrasi, bukan malah berupaya meruntuhkannya.

Bangsa kita tidak pernah memusuhi orang-orang dan para anggota HTI. Yang kita tidak sepakati adalah ajaran dan sistem yang diusung, yang berpotensi meruntuhkan ideologi negara yang sudah dibangun oleh para founding father bangsa ini.

Ibarat bangsa ini adalah rumah bersama, maka tamu yang masuk harus mengikuti aturan dan etika rumah tangga yang ada. Jikalau tamu tersebut melanggar aturan, bahkan mencoba meruntuhkan rumah, maka kita sebagai penghuni siap mempertahankan sampai titik penghabisan. Kita boleh saja berbeda pemikiran, tapi jangan pernah merobohkan rumah kami. {kompas.com}

Read more...

Sinergitas Satuan Kewilayahan Sukseskan Latihan PPRC TNI 2018

  • Published in Hankam

MOROTAI ; Sinergitas Satuan Kewilayahan sangat menentukan suksesnya latihan PPRC TNI tahun 2018 yang dilaksanakan di wilayah Morotai. Hal tersebut ditunjukan oleh Danlanud Leo Watimena Morotai Kolonel Pnb Rachmad Syah Lubis, S.T., M.Sc selaku Koordinator Pendukung latihan wilayah Morotai, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto dan Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Indra Joko Rerangin.

Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2018 sedikit berbeda dengan latihan PPRC TNI sebelumnya, dimana latihan PPRC TNI tahun 2018  dilaksanakan di tiga trouble spot yang berbeda yaitu Timika, Morotai dan Pulau Selaru sehingga dibutuhkan kerja sama antar satuan kewilayahan di daerah masing-masing.

“Khusus wilayah Morotai, kami bertiga dari TNI AU, TNI AD dan TNI AL harus bersinergi sehingga saya mengajak Dandim1508/Tobelo dan Danlanal Morotai berkoordinasi bagaimana mendukung kelancaran jalannya latihan PPRC TNI yang dilaksanakan di wilayah kami,” ujar Danlanud Morotai Kolonel Pnb Rachmad Syah Lubis.

Pada kesempatan yang sama, Dandim1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto mengatakan bahwa Kodim selaku Komando Kewilayahan sangat mengapresiasi terkait latihan PPRC TNI tahun 2018 dilaksanakan di wilayah Morotai.  “Saya selaku Dandim 1508/Tobelo sangat mendukung kegiatan latihan PPRC TNI tahun 2018 yang dilaksanakn diwilayah kami, sehingga kami selaku Komando Kewilayahan harus selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan angkatan lain, seperti Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk menyukseskan latihan ini,” ujarnya.

Dalam latihan PPRC TNI tahun 2018, Dandim diberikan tugas dan tanggung jawab sebagai penanggung jawab keamanan mulai dari pengamanan protokoler sampai pengamanan latihan. “Selain itu, Kodim sebagai satuan kewilayahan diberikan tugas untuk mensosialisasikan latihan ini kepada masyarakat di pulau Morotai, bahwa pada tanggal 12 Mei 2018 akan dilaksanakan latihan PPRC TNI,” kata Letkol Kav Tri Sugiarto.

“Sosialisasi kepada masyarakat yang kami lakukan dalam bentuk terjun langsung kepada masyarakat melalui Babinsa-Babinsa untuk menyampaikan tentang adanya latihan PPRC TNI tahun 2018 dan masyarakat diperkenankan untuk melihat secara langsung jalannya latihan tersebut pada tanggal 12 Mei 2018, namun harus tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan dengan menempati daerah yang telah disediakan disekitar latihan,” tutur Dandim1508/Tobelo.

Sementara itu, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Indra Joko Rerangin telah mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya para nelayan yang tinggal di Pulau Morotai agar saat pelaksanaan latihan pada tanggal 12 Mei 2018, untuk sementara waktu tidak melaksanakan aktifitas disekitar daerah latihan.  “Kami menghimbau kepada masyarakat khususnya nelayan yang berada di wilayah perairan Morotai untuk menghindari dan jangan melintas di wilayah-wilayah yang menjadi tempat latihan PPRC TNI,” katanya.

“TNI AL juga akan melakukan patroli keamanan wilayah  laut di sekitar Pulau Morotai dan Dodola untuk memastikan agar tidak ada masyarakat khususnya nelayan yang melakukan aktifitas, sehingga latihan PPRC TNI tahun 2018 dapat berjalan aman, lancar dan sukses,” ungkapnya

Autentikasi : Dansatgaspen PPRC TNI Tahun 2018, Kolonel Arm Edwin Habel, S.A.P.

 

Read more...

Danrem 082/CPYJ, Lepas Ratusan Bikers di Jalanan

MOJOKERTO- Lebih dari  500 bikers terlihat membanjiri Jalan Veteran, Kota Mojokerto. Berkumpulnya para pecinta sepeda itu, merupakan tanda akan di luncurkannya Brawijaya Cycling Club. Tak hanya personel TNI saja. Namun, para peserta club tersebut, terdiri dari berbagai kalangan, terutama Pemda Mojokerto, Polres Mojokerto, rekan-rekan pengusaha hingga masyarakat di daerah tersebut.

Selain sebagai simbol kebersamaan, launching Brawijaya Cycling Club yang berlangsung serentak di seluruh jajaran Kodam V/Brawijaya pada Jumat, 11 Mei 2018, juga sebagai simbol akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terlebih dari permasalahan polusi udara.

“Dengan bersepeda, kita juga akan mengurangi polusi udara di sekitar kita yang saat ini sudah banyak tercemari oleh bahan/zat kimia,” kata Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos melalui amanat Pangdam yang dibacakannya.

Hal itu, kata Danrem, disampaikannya sehubungan terhadap minat, maupun antusias masyarakat yang semakin tinggi terhadap olahraga yang saat ini semakin popular tersebut.

“Maka dari itu, acara seperti ini merupakan salah satu upaya untuk menggiatkan olahraga bersepada di kalangan prajurit TNI, maupun PNS dan masyarakat,” jelasnya.

Dalam gowes yang diawali dari Jalan Veteran, Kota Mojokerto tersebut. Rencananya, akan menempuh jarak sepanjang 26 Kilometer.

Selain menyasar Jalan Majapahit, para bikers nantinya juga akan menyusuri seputaran jalan yang berada di Kota Mojokerto, hingga mencapai garis finish (Makorem) yang sudah ditentukan oleh pihak panitia.

Selain dihadiri Danrem 082/CPYJ, berlangsungnya launching tersebut juga dihadiri oleh Kasrem 082/CPYJ, Letkol Inf Moch Sulistiono, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, S. H. Plt Sekda Kota Mojokerto, Dr. Ir. Genthur Prihantono Sanjoyo Putro, MT. Komandan Kodim (Dandim) 0815/Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima, Kapolresta Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiyono, serta beberapa pejabat Forkopimda di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto lainnya. (Penrem 082/CPYJ).

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.