Menu

Items filtered by date: Minggu, 15 April 2018

Panglima TNI : Kopassus Harus Mampu Berinovasi Sikapi Perkembangan Jaman

  • Published in Hankam

CIJANTUNG ; Hari ini, tepatnya Senin 16 April 2018 Prajurit Kopassus memperingati hari jadinya yang ke 66 tahun. Acara syukuran HUT ke 66 tahun 2018 digelar secara sederhana di Markas Komando Pasukan Khusus di Cijantung, Jakarta Timur.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutannya, mengatakan hendaknya prajurit Kopassus mampu mengantisipasi berbagai perkembangan yang terkait dengan bidang tugasnya. " Jangan mudah berpuas diri serta larut dalam kebanggaan semata, karena setiap tugas yang dipercayakan kepada Kopassus ibaratnya pertaruhan besar bukan hanya bagi TNI melainkan juga bagi bangsa Indonesia," tegas Panglima TNI.

Tema yang diusung HUT ke 66 Kopassus adalah " Mewujudkan Prajurit Kopassus Yang Disiplin, Profesional dan Dicintai Rakyat Dengan Dilandasi Akhlak, Moralitas dan Integritas”.

“Untuk itu, Kopassus harus mampu dan terus berinovasi serta beradaptasi menyikapi berbagai perkembangan jaman. Prajurit Kopassus harus menjadi pelopor dan berada di ujung terdepan dalam hal inovasi-inovasi terkait operasi khusus di tubuh TNI,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI mengungkapkan bahwa 66 tahun yang lalu, Kopassus lahir dari sebuah tekad dan pemikiran seorang Slamet Riyadi pemuda berusia 23 tahun dengan analisa kritisnya telah mampu memikirkan arti penting dimilikinya suatu satuan kecil berkemampuan khusus.  “Saat ini, mungkin kita tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Namun demikian, jika dikaitkan dengan konteks yang terjadi saat itu, maka pemikiran Slamet Riyadi pada hakekatnya merupakan lompatan inovatif di jamannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Prajurit Kopassus harus mampu memadukan kekuatan mental dan fisik prajurit Komando dengan penerapan teknologi mutakhir. Menurutnya, kekuatan mental dan fisik adalah kapital dasar yang standarnya harus senantiasa dipelihara, namun dengan tetap memiliki daya inovasi dan adaptasi.  “Dengan memelihara kemampuan mental dan fisik serta menerapkan teknologi maju secara tepat, maka kita telah memberikan peluang terbaik bagi anggota Pasukan Khusus untuk berhasil dalam melaksanakan berbagai misi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan bahwa selama 66 tahun perjalanan pengabdian, satuan Kopassus telah menorehkan catatan tinta emas dalam mengemban setiap misi yang dipercayakan oleh negara, diantaranya Penumpasan DI/TII, PRRI/Permesta, Operasi Dwikora, Operasi Trikora, Penumpasan G 30 S/PKI, Operasi Woyla, Operasi Mapenduma, Operasi Somalia, Operasi Tinombala, sampai pada Operasi Pembebasan Sandera di Banti Papua akhir tahun 2017 yang lalu.  “Keberhasilan pada berbagai palagan tersebut mencerminkan kualitas perorangan maupun satuan Kopassus yang dilandasi nilai-nilai ksatria, militansi, loyalitas, dan tentunya profesionalisme,” ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, selama ini prajurit-prajurit Kopassus memiliki tiga hal yang menjadi prinsip dalam bertindak yaitu Berani, Benar dan Berhasil. Berani karena memiliki jiwa Ksatria dan Militansi yang tinggi, Benar karena Loyalitas yang tegak lurus dalam rantai komando dan Berhasil karena selama 66 tahun Kopassus selalu menerapkan profesionalisme sebagai suatu nilai yang tidak ditawar-tawar lagi, baik dalam setiap kegiatan operasi maupun latihan.

“Saya berpesan agar prajurit-prajurit Kopassus tidak menjadi prajurit yang tinggi hati dan jauh dari rakyat dengan segala kecakapan dan semua prestasi yang telah diraih. Ingatlah, bahwa seluruh keberhasilan dan prestasi Kopassus tidak mungkin diraih tanpa dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia,” kata Panglima TNI.

“Dirgahayu Kopassus, Tribuana Chandraca Satya Dharma”

 Autentikasi : Plt. Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) H. Agus Cahyono

 

 

Read more...

Paket Kebijakan di Ruas Tol Jagorawi dan Janger Mulai Diuji Coba Hari ini

  • Published in Bumn

JAKARTA ; Paket kebijakan yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), dan Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang (Janger) pada hari ini, Senin 16 April 2016 mulai dilakukan uji coba penerapannya.

Pelaksanaan paket kebijakan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Ruas Jalan Tol Janger merupakan wujud sinergi antar lembaga. Yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BPTJ, BPJT, Korlantas Polri dan Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, paket kebijakan yang diterapkan di Ruas Jalan Tol Jagorawi dan Janger merupakan bentuk upaya Pemerintah menanggulangi kepadatan yang kerap terjadi di jalan tol. Terutama pada jam-jam sibuk. Ia berharap, penerapan paket kebijakan tersebut dapat menurunkan V/C Rasio dan meningkatkan kecepatan rata-rata kendaraan di jalan tol.

“Dengan adanya paket kebijakan ini, artinya Pemerintah hadir terhadap permasalahan transportasi. Kami berharap bahwa arus lalu lintas di jalan tol menjadi lebih terdistribusi, sehingga rata-rata kecepatan kendaraan di jalan tol dapat ditingkatkan,” ujarnya lewat siaran pers, Senin (16/4).

Menurutnya, pada tahap uji coba perdana paket kebijakan yang rencananya akan terus dilakukan hingga akhir bulan April 2018 sebelum diterapkan secara efektif pada awal bulan Mei 2018. Situasi lalu lintas di GT Cibubur 2, GT Tangerang 2 dan GT Kunciran 2 terpantau lancar dan kondusif. “Hal tersebut dikarenakan seluruh stakeholder yang terlibat telah mengerahkan personelnya untuk membantu dan memastikan proses uji coba paket kebijakan tersebut berjalan tanpa kendala,” tuturnya.

Untuk memastikan penerapan uji coba paket kebijakan tersebut berjalan lancar, Jasa Marga  melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya pengguna jalan tol, berupa pembagian flyer di GT Cibubur 2, GT Tangerang 2, dan GT Kunciran 2, pemasangan spanduk pada titik-titik tertentu. Menggunakan berbagai saluran media yang dimiliki oleh Perseroan.

Meski begitu, paket kebijakan tersebut tidak akan berjalan efektif tanpa keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan tol agar bersama-sama mendukung program ini. Pengguna jalan tol diharapkan mematuhi peraturan yang telah diterapkan. Menggunakan bus Transjabodetabek Premium yang telah disediakan untuk mengurangi kepadatan di ruas-ruas yang diberlakukan paket kebijakan tersebut.

Paket kebijakan yang diuji coba di Ruas Jalan Tol Jagorawi dilakukan di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2, meliputi ; 

Pertama, skema ganjil-genap di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2 arah Jakarta, pada pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.

Kedua, penerapan Lajur Khusus Kendaraan Umum (LKAU) dari Bogor-Pasar Rebo arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.

Ketiga, pengembangan rute JR Connexion di lokasi perumahan prioritas, yakni Legenda Wisata, Citra. {abus tarbian}

 

Read more...

AKBP Capt. Nyoto Saptono Komandan KN Tj. Datu Bakamla RI

JAKARTA; Badan Keamanan Laut Republik Indonesia terus berbenah. Salah satu cara dengan menambah personel baru seperti AKBP Capt Nyoto Saptono, S.H. M.Si(Han).M.Mar yang dipercaya sebagai Plt. Komandan Tj. Datu-1101 yang baru.

Berita acara serah terima jabatan dari Komandan sebelumnya Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi Oemry, S.E., kepada Capt. Nyoto ditandatangani diatas kapal KN Tj. Datu yang sedang sandar di Pangkalan Batam, dengan disaksikan oleh Direktur Latihan Bakamla RI Laksma TNI Eko Jokowiyono, S.E, M.Si. beberapa hari lalu.

Acara serah terima yang berlangsung Jumat (14/4) dilakukan pada hari yang sama dengan pembacaan Memorandum serah terima Komandan KN Tanjung Datu 110 dengan dihadiri seluruh Perwira kapal dan Perwakilan ABK Kapal yang terdiri dari Bama, Baprov, dan Bakom.

Dengan penandatanganan tersebut, maka selain menjabat sebagai Kabag TU dan Rumga Bakamla RI, Capt Nyoto yang merupakan alumni Universitas Pertahanan (Unhan) Prodi Keamanan Maritim Cohort 1 dan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) angkatan 35 ini secara resmi diperbantukan pula sebagai Komandan kapal patroli terbesar Bakamla RI. { Kasubbag Humas Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono}

 

Read more...

Gelar Permainan Gobak Sodor, TMMD Peduli dengan Kearifan Lokal 

BELITUNG TIMUR ; Program Tentara Manunggal Masuk Desa {TMMD} ke 101 yang dilaksanakan di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur berlangsung lancar. Selain mengerjakan pembangunan fisik dan non fisik, tim satgas TMMD juga menggelar lomba kearifan lokal yaitu lomba Gobak Sodor di d halaman kantor Desa Batu Penyu, Minggu (15/4/2018).

Gobak Sodor {bahasa daerah} setempat menyebutnya Milut adalah olah raga tradisional masyarakat desa setempat yang hingga sekarang tetap dipertahankan.

Pada kegiatan TMMD ke 101 tahun 2018, lomba Gobak Sodor ikuti hampir seluruh siswa sekolah dasar diantaraya SDN. 12. SDN.13, SDN. 14, SDN. 15 se-Kecamatan Gantung. Lomba ini digelar dengan simtem beregu sebanyak 4 orang, dan 1 orang sebagai pemain cadangan.

Sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu 14 April 2018, tim satgas TMMD ke 101 juga menggelar lomba Tari Kreatif di Balai Desa Batu Penyu, yang jumlah peserta masing-masing sebanyak  6 regu, 1 regu masing-masing berjumlah 3 - 6 orang.

Kordinator lomba  Gobak Sodor Serda Asran, seijin Dandim 0414 Belitung Letkol.Kav.Eko Saptono mengatakan kegiatan lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kreatifitas anak pada usia dini. "Tari kreatif ini sebagai bentuk menumbuh kembangkan rasa kebersamaan didalam gerak dan langkah sesuai dengan iramalagu yang di dengar, juga membangkitkan semangat budaya kearifan lokal, " jelas Asran.  

Lomba Gobak Sador ini, lanjut Serda Asran adalah lomba tentang strategi yang digunakan untuk perang.  "Kalu di sini adalah sebuah permainan yang bersifat olah raga, olah raga beregu dengan gaya permainan menyerang, bertahan dan saling menghadang," ujarnya.

Menurut dia, lomba gobak sodor ini olah raga adu kecerdikan, kekompakandan dan kebersamaan dalam sebuah tim dan patut dilestariakn.

Terpisah, Marta Winarta, guru pendamping siswa SDN 12 membenarkan bahwa lomba Gobak Sodor merupakan permainan yang dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya. "Untuk itu, kita perlu saling kerja sama dan saling menghargai tuk bangkitkan budaya kearifan lokal agar tetap lestari," imbuhnya.

Ia berharap, olah raga tradisional gobak sodor atau disebut orang kampung permainan Milut tetap dipertahankan sebagai warisan budaya asli daerah. " Gobak Sodor perlu dilestarikan dalam kegiatan tradisional dan tetap tumbuh dalam kearifan lokal kedepannya," pungkas  guru Marta seraya menyebutkan bahwa potensi lain bisa dimunculkan atau membangkitkan kearifan lokal pada even-even yang lain selain di TMMD. (Niza Karyadi)

 

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.