Menu

Items filtered by date: Maret 2018

Dansatgas Yonkomposit TNI Apresiasi Kerjasama "Pak Eng Commander" 

  • Published in Hankam

SUDAN ; Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid beberapa waktu lalu mengadakan acara jamuan makan malam perpisahan (Farewell Dinner Party) untuk Troops Contributing Country (TCC) Pakistan Engineering (Pak Eng) sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada Pak Eng Commander Lt. Col Shaukat Naem Khan, dalam rangka purna tugas setelah melaksanakan penugasan selama 1 tahun di daerah misi. El Geneina, Sudan, Afrika.

Dalam sambutannya, Komandan Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan serta apresiasi yang tinggi terhadap Pak Eng Commander Lt. Col Shaukat Naem Khan, atas semua yang telah Beliau lakukan untuk membantu dan bekerja sama dengan Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah misi penugasan

Menanggapi hal tersebut, Pak Eng Commander Lt. Col Shaukat Naem Khan, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penghormatan dan dukungan dari Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid selama menjabat sebagai Pak Eng Commander.

“Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C memiliki prajurit yang sangat  professional, berkemampuan tinggi, loyal dan mampu bekerja sama yang baik dalam setiap kegiatan tugas operasional sebagai pasukan pemelihara perdamaian dengan TCC Pakistan Engineering dan dapat berkomunikasi serta berinteraksi kepada seluruh elemen UNAMID dan masyarakat Sudan,” ujarnya.

Sementara itu pada acara tersebut juga dimeriahkan oleh band Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid dengan vokalis Kapten Sus Tuan Hanni (Pa Interpreter Bahasa Inggris) yang menyanyikan lagu kenangan serta penayangan profil video pariwisata Indonesia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan pertukaran cenderamata antara Dansatgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid dan Pak Eng Commander Lt. Col Shaukat Naem Khan. Diakhiri foto bersama serta saling berjabat tangan dengan Pak Eng Commander Lt. Col Shaukat Naem Khan berikut jajaran Perwira Pak Eng sebagai tanda perpisahan. 

Autentikasi : Perwira Penerangan Konga XXXV-C/Unamid, Kapten Laut (KH) Aripudin

 

 

Read more...

Satgas Indobatt XXIII-L/Unifil Gelar Peringatan Mother's Day di Lebanon  

LEBANON ; Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Forces in Lebanon) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB dibawah pimpinan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P. sebagai Dansatgas menyelenggarakan peringatan “Mother’s Day”, bertempat di As Sultaniyah Restaurant, Lebanon Selatan, Jumat (30/3/2018).

Kegiatan Mother’s Day yang dilaksanakan di As Sultaniyah Restaurant tersebut, dapat terselenggara berkat kerja sama organisasi non pemerintahan Better Assotiation yang dipimpin Mr. Whael dengan Civil Military In Coordination (Cimic) Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil.

Peringatan Mother’s Day yang dihadiri oleh istri Juru Bicara Parlemen Lebanon Ny. Randa Berry dan puluhan Ibu-ibu yang aktif di Organisasi Wanita Lebanon, dimeriahkan pula oleh penampillan Tim Marawis Satgas Indobatt XXIII-L/Unifil dalam rangka menghibur para hadirin yang memenuhi tempat acara.

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil yang diwakili oleh Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Didiet Trilaksono menyampaikan banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan organisasi wanita di Lebanon Selatan kepada Satgas Indobatt dalam penyelenggaraan kegiatan Mother’s Day.

Pada kesempatan yang sama, Ny. Randa Berry dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada personel Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Mother’s Day dan mendukung program-program wanita di Lebanon Selatan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Mother’s Day  ini, dan dalam memeriahkan acara penampilan Tim Marawis dari Indobatt sangat bagus dan menghibur,” ucapnya.

Autentikasi : Perwira Penerangan Konga XXIII-L/Unifil, Lettu Inf Yandra

Read more...

Menteri PUPR Bantah Tudingan Prabowo Tentang Kecelakaan Proyek Karena Mark Up

JAKARTA ; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat {PUPR}, Basuki Hadimulyono membantah tudingan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiato yang menyebut kecelakaan kerja proyek infrastruktur disebabkan oleh korupsi anggaran.

"Pernyataan pak nggak bener, karena semua proyek hasil lelang," ujar Menteri Basuki seusai peletakan batu pertama pembangunan Masjid At Thohir, Cimanggis, Depok, Jabar, Sabtu (31/3/2018).

Basuki mengaku enggan berkomentar banyak soal sangkaan Prabowo tersebut. " Kalian tahukan semua, terutama proyek yang dari PU semua dari investasi-investasi. Kalau yang di PU semua hasil lelang, investasi juga hasil lelang. Jadi kalau beliau punya pendapat begitu tanyakan beliau ya," kata Basuki.

Sebelumnya, Prabowo menilai maraknya kecelakaan infrastruktur belakangan ini lantaran negara mencuri uang rakyat. Dijelaskan Prabowo, berdasarkan pengalaman empiris atau dari hari ke hari dan sudah jadi pengetahuan umum di Indonesia, pembangunan infrastruktur di RI sering di-mark up. Karenanya, dia tak heran apabila banyak proyek yang ambruk sebelum jadi.

Karena itu jembatan belum dipakai sudah jatuh. Karena itu infrastruktur di Jakarta yang dibangun besar-besaran, belum dipakai sudah jatuh yang akhirnya terpaksa dihentikan daripada memakan korban lain," ujar Prabowo, Jumat 31 Maret 2018. {yo}

 

 

Read more...

Korupsi Mantan Gubernur Sumut, KPK Tetapkan 38 Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka

  • Published in Hukum

JAKARTA ; Komisi Pemberantasan Korupsi {KPK} menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara Periode 2009-2014 sebagai tersangka suap. Ke-38 anggota dewan tersebut diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Informasi itu didapat dari surat pemberitahuan penerbitan sprindik yang dikirim KPK kepada Ketua DPRD Sumut pada 29 Maret 2018. Wakil ketua KPK Basaria Pandjaitan membenarkan surat itu.

"Ya benar," kata Basaria seperti dikutip dari detikcom, Jumat (30/3/2018).

Surat itu menunjukkan ada 12 sprindik yang diterbitkan KPK terhadap 38 orang tersebut. Sprindik dibuat pada 28 Maret 2018.

Berikut nama-nama tersangka yang ada di dalam surat itu, Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar.

Berikutnya, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring.

Selanjutnya, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean. {yo}

Read more...

Jaksa Agung: Hanya Menunda Proses Hukum Bukan Meniadakannya

SENAYAN ; Polemik proses hukum terhadap calon kepala daerah yang maju di Pilkada Serentak 2018 masih jadi perdebatan sengit sejumlah kalangan termasuk anggota komisi III DPR. Mereka menanyakan langsung kepada Jaksa Agung HM Prasetyo terkait permasalahan tersebut dalam Rapat Kerja dengan pihak Kejaksaan Agung yang digelar pada Rabu 28 April 2018 kemarin.

Jaksa Agung HM Prasetyo pun menanggapi pertanyaan sejumlah anggota komisi III dengan santai.  Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo pihaknya tetap menunda proses hukum terhadap calon kepala daerah selama proses penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

" Hal itu dilakukan pihak kejaksaan untuk memastikan proses pemilihan berlangsung kondusif tanpa menghilangkan tindak pidana yang dilakukan," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan usai rapat kerja dengan komisi III DPR, Rabu {28/3/2018} kemarin.

Kejaksaan, lanjut dia hanya menunda proses hukum, bukan meniadakannya. "Apa sih salahnya menunggu dua bulan saja sampai pilkada selesai? Ya kan? Apalagi kalau misalnya kami sudah pegang bukti yang kuat, ya kan. Enggak ada halangan dan hambatan," kata Prasetyo.

Polemik penggantian calon kepala daerah berstatus tersangka proses hukum, kata Prasetyo, bukan hanya untuk memenuhi asas keadilan dan kepastian hukum, tetapi juga kemanfaatan hukum. Dengan menunda proses hukum calon kepala daerah, ia menilai, proses hukum dan politik sama-sama diuntungkan.

Menurut Prasetyo, penundaan proses hukum terhadap calon kepala daerah yang akan berkontestasi di Pilkada 2018 merupakan upaya penghormatan terhadap demokrasi. Apalagi, berdasarkan ketentuan Undang-Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, calon kepala daerah tidak bisa mengundurkan diri setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. {yo}

Read more...

Dihadapan Ribuan Prajurit, Panglima TNI Sebutkan Soliditas TNI-Polri Bukan Seremonial Belaka

  • Published in Hankam

KALTIM ; Tingkat soliditas yang tinggi antara TTNI - Polri bukan hanya pada tataran atas saja melainkan juga sudah menjalar ke tataran paling bawah. " Jadi. ini bukan seremonial semata namun sudah jadi bukti nyata.  Untuk itu, seluruh Prajurit TNI dan Polri harus memegang teguh kebanggaan, memiliki disiplin, dedikasi dan kinerja yang tinggi, professional serta loyalitas yang terbaik kepada negara dan bangsa.erbukti bahwa TNI - Polri memang solid sejak lama, "demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasad Jenderal TNI Mulyono, pada saat memberikan pengarahan kepada  4.750 personel TNI dan Polri se-wilayah Kalimantan Timur, bertempat di Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (28/3/2018) kemarin.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa kehadiran pejabat, prajurit TNI dan Polri termasuk para Babinsa dan Babinkamtibmas pada kegiatan hari ini menunjukkan begitu eratnya soliditas TNI dan Polri.  “Saya bangga kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, saya melihat dari depan empat warna pelangi ada di sini (TNI AD, AL, AU dan Polri) dan ini menunjukkan bahwa soliditas TNI dan Polri sangat baik,” ungkapnya.

“Saya yakin seluruh Prajurit TNI dan Polri bangga dapat ditempatkan di wilayah ini, yang tentunya menjadi pengalaman tersendiri dengan situasi geografi, demografi dan kondisi sosial yang ada di Kalimantan Timur,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Dihadapan 4.750 personel TNI dan Polri, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman.  “Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber, biologi dan kesenjangan,” ucapnya.
 
Disisi lain pengarahannya, Panglima TNI kembali menegaskan bahwa menjelang Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019, Prajurit TNI dan Polri harus tetap solid dan netral serta mempunyai tugas pengamanan demi suksesnya pesta demokrasi. “Tugas TNI mendukung Polri dalam hal mengamankan pelaksanaan kegiatan pesta demokrasi 2018 dan 2019, termasuk membantu pengiriman logistik Pemilukada dan Pemilu ke daerah-daerah yang sulit dan terpencil,” tuturnya.
 
Diakhir pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penekanan dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas Prajurit TNI dan Polri, sebagai berikut :  Pertama, jaga kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri, jangan sampai dinodai dan rusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Kedua, tingkatkan kemampuan deteksi dini maupun cegah dini dari ancaman Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pertahanan dan Keamanan (Ipoleksosbudhankam) yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara, khususnya dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 dan tahapan Pemilu 2019.
 
Ketiga, TNI dan Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga ke-Bhinneka-an dan senantiasa melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas serta tidak mengenal menyerah. Keempat, unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buahnya, sehingga mengetahui segala kesulitan yang dialami bawahannya dan segera dapat mengambil langkah solusinya. Kelima, tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI dan Polri hingga terjalin antar individu sebagai modal dasar melaksanakan peran fungsi dan tugas masing-masing, serta menjadi teladan bagi stakeholders maupun komponen masyarakat lainnya.
 
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam pengarahannya mengatakan bahwa ketika TNI dan Polri bersatu, maka negara ini sudah aman.  “Agenda-agenda tingkat nasional maupun internasional seperti pengamanan pesta demokrasi Pemilukada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 serta pelaksanaan Asian Games ke-18 di Indonesia, semuanya akan berjalan aman,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Kapolri menyampaikan bahwa netralitas TNI dan Polri pada pesta demokrasi, dengan tidak ikut memilih dalam Pemilukada dan Pemilu merupakan kehendak rakyat. “Soliditas TNI dan Polri hendaknya tidak hanya pada tataran atas tetapi betul-betul solid sampai ke tingkat paling bawah,” katanya.
 
Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya bersama Kapolri ke Kalimantan Timur adalah untuk menyamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak demi menjamin netralitas pada pesta demokrasi Pilkada tahun 2018 dan tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019.
 
“Apa yang sudah ditunjukkan oleh seluruh Prajurit TNI dan Polri pada hari ini, Saya yakin tujuan netralitas itu bisa tercapai dan pengamanan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019 berjalan aman, sukses dan lancar,” kata Panglima TNI.
 
Dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian didampingi Ibu Tri Suswati Tito Karnavian. {Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H}

Read more...

Lion Group Realisasikan Pemesanan Mesin LEAP-1A Senilai 5.5 Miliar Dollar AS

  • Published in Ekbis

JAKARTA ; Lion Group berhasil mewujudkan mimpi sebagai perusahaan penerbangan pengguna mesin LEAP terbesar di dunia akan menjadi kenyataan. Hal ini dibuktikan melalui penandatanganan dan kesepakatan bersama dengan pihakTransportation Partners, perusahaan leasing milik Lion Group, dan CFM International di Jakarta, Sabtu {31/3/2018}.

Acara tersebut sekaligus merealiasikan pemesanan380 unit mesin LEAP-1A yang akan digunakan pada pesawat Airbus A320neo / A321neo. Kesepakatan akhir pemesanan mesin senilai $5,5 miliar AS telah diumumkan pada Februari 2016, sementara pesanan pesawat diumumkan pada Maret 2013.

Selain mesin LEAP-1A, Lion Group juga telah memesan 544 unit mesin LEAP-1B untuk digunakan pada pesawat Boeing 737 MAX 8, MAX 9, dan MAX 10, yang mana 10 unit pesawat tersebut saat ini sudah dioperasikan oleh Lion Air. Dengan total armada lebih dari 924 mesin LEAP dengan nilai total $ 13,4 miliar AS, Lion Group merupakan pengguna mesin LEAP terbesar di dunia.

Edward Sirait, President and Chief Executive Officer of Lion Air Group mengatakan,“Atas nama Lion Air Group, kami sangat senang bekerja sama dengan CFM sejalan untuk meningkatkan dan memperkuat strategi bisnis dengan melakukan  pemesanan mesin LEAP dan CFM56. CFM sudah mendukung operasional maskapai kami untuk terus berkembang. Jenis mesin CFM telah bersama kami sejak awal.”

Edward menambahkan, “Pilihan kami untuk menggunakan mesin CFM pada A320neo family dan Boeing 737 MAX merupakan keputusan yang tepat. Kedua jenis pesawat itu adalah elemen penting dan utama dalam pertumbuhan jangka panjang. Armada terbaru dan paling modern akan memastikan Lion Air Group menjadi yang terdepan dalam industri aviasi. Lion Air Group dengan CFM telah tumbuh seiring dengan perkembangan bisnis maskapai. Kami optimis, bahwa mesin ini akan senantiasa memberikan kinerja kelas dunia, dengan nilai lebih antara lain efisiensi ekonomi, keandalan dan tetap membantu mewujudkan rencana Lion Air Group terus berkembang."
 
"Hari ini merupakan tonggak sejarah penting dalam kemitraan yang telah kami jalin selama ini," kata Chaker Chahrour, vice president of Global Sales & Marketing GE Aviation, induk perusahaan CFM International. "Lion Air telah merasakan manfaat yang besar dari pengoperasian mesin LEAP-1B dan memahami bagaimana mesin LEAP-1A akan menjadi asset penting bagi maskapai. Dengan perluasan layanan MRO, akan menjadikan kemitraan ini semakin lengkap. Kami senang melihat apa yang akan terjadi di masa depan.”
 
Kesepakatan hari ini juga temasuk perluasan layanan Material Service Agreement (MSA) selama 25 tahun untuk mesin CFM56-7B, CFM56-5B, dan LEAP-1B yang ditandatangani pada tahun 2014 dan kedepannya juga akan mencakup mesin LEAP-1A. 

CFM juga akan menyediakan layanan MRO untuk mesin CFM56 dan LEAP milik Lion Group hingga fasilitas perbaikan milik Lion Air yaitu Batam Aero Technic (BAT) di Batam, selesai dibangun. CFM telah memberikan bantuan dalam pengembangan fasilitas pemeliharaan dan pengujian mesin milik Lion Group yang baru sejak tahun 2016, dengan memberikan bantuan dalam hal manajemen proyek dan saran ahli mulai dari desain, konstruksi dan penyelesaian akhir fasilitas baru tersebut. Saat dioperasikan nanti, BAT akan memiliki kemampuan pemeliharaan dan perbaikan untuk mesin CFM56 dan LEAP. CFM akan menyediakan pelatihan perbaikan mesin CFM56 dan LEAP dengan alih pengetahuan yang akan mendukung pengembangan para spesialis MRO berkualitas dari dalam negeri.

Lion Group, yang bermarkas di Jakarta, Indonesia, telah menjadi pelanggan CFM sejak tahun 2000 dan seluruh armada pesawat berbadan sempit dengan lorong tunggal yang berjumlah 690 pesawat (sudah beroperasi dan dalam pesanan) menggunakan mesin yang di produksi CFM. Lion Group telah memesan mesin CFM56 untuk digunakan pada pesawat Airbus A320ceo dan Boeing Next-Generation 737, serta mesin model LEAP-1A dan LEAP-1B masing-masing untuk pesawat A320neo dan 737 MAX.

Tentang Transportation Partners dan Lion Group
Transportation Partners didirikan pada tahun 2012 dan saat ini menyewakan pesawat terutama ke maskapai Lion Group. Perusahaan, yang berfokus pada pasar besar di Cina, Brasil, Jepang dan Amerika Serikat, terus meningkatkan bisnis penyewaan kepada pihak ketiga. Perusahaan Afiliasi Lion Group ini telah menjadi operator domestik terkemuka dan maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia. Lion Group mengoperasikan jaringan rute yang luas di Indonesia dan juga melayani tujuan internasional. Dalam rute domestik, armada Lion dan anak perusahaannya Wings Air melayani 76 tujuan di Indonesia, menjadikannya jaringan penerbangan domestik terbesar di Indonesia. Lion Group mengoperasikan 580 penerbangan setiap hari dan Wings Air 180 penerbangan per hari. Lion Group juga beroperasi di Malaysia (melalui anak perusahaannya Malindo) dan Thailand (melalui anak perusahaannya Thai Lion).

Tentang CFM International
Mesin LEAP merupakan produk CFM International, perusahaan gabungan 50/50 antara GE dan Safran Aircraft Engines. CFM adalah pemasok mesin pesawat komersial terkemuka di dunia dan telah mengirimkan hampir 33.000 mesin hingga saat ini. Mesin LEAP telah menjadi pilihan yang diminati untuk pesawat lorong tunggal generasi berikutnya dengan lebih dari 15.000 pesanan yang diterima hingga Februari 2018. Untuk informasi lebih lanjut mengenai CFM, kunjungi website kami di www.cfmaeroengines.com atau ikuti kami di Twitter @CFM engines. {yo}

Read more...

TNI dan Polri Harus Solid Menjaga Wilayah Perbatasan Negara

  • Published in Hankam

KALTARA ; Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai garda terdepan bangsa, harus solid dalam menjaga wilayah perbatasan negara di Kalimantan Utara yang panjangnya mencapai ribuan kilo meter, karena rawan terhadap kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, senjata dan bahan peledak.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara ramah tamah dan makan malam bersama 1.000 Prajurit TNI  dan  Polri  se-wilayah Kalimantan Utara, bertempat di Hanggar Lanud Tarakan Kalimantan Utara, Rabu (28/3/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, wilayah Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga terdapat banyak jalan tikus yang biasa digunakan untuk melakukan tindak kejahatan dan penyelundupan barang masuk ke Indonesia. “Menjaga perbatasan negara di wilayah Kalimanta Utara yang memiliki  ribuan  jalan tikus sering digunakan untuk tindakan kejahatan sangat berat, namun saya yakin prajurit TNI dan Polri mampu melaksanakan tugas tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa Prajurit TNI dan Polri yang berdinas di wilayah Kalimantan Utara harus merasa bangga, karena telah bertugas menjaga perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Kalian adalah Prajurit TNI dan Polri pilihan yang telah diberi tugas untuk menjaga NKRI di wilayah Kalimantan Utara yang panjangnya mencapai ribuan kilo meter,” ujarnya.

Di sisi lain pengarahannya, Panglima TNI mengatakan bahwa dalam menghadapi pesta demokrasi Pilkada tahun 2018 dan tahapan Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019, Prajurit TNI dan Polri harus tetap menjaga soliditas yang sudah terjalin selama ini bisa dipertahankan.  “Saya yakin kalau soliditas terjaga dengan baik, NKRI pasti akan terjaga dan tidak akan ada yang berani mencoba-coba untuk mencabik-cabik NKRI,” tegasnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa personel jajaran satuan TNI diberikan Buku Saku Netralitas TNI, untuk pegangan prajurit TNI sebagai pedoman di lapangan.  “Buku Saku tersebut berisi aturan-aturan dan larangan yang tidak boleh dilakukan prajurit TNI.  Buku ini sudah saya sahkan. Kalau ada prajurit TNI yang melanggar, akan dikenakan sanksi hukum disiplin militer,” tuturnya.

Terkait pencalonan peserta kepala daerah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa anggota tersebut sudah purnawirawan dan menjadi orang sipil, sehingga tidak ada hubungannya dengan institusi TNI. “Apapun yang diperbuat mereka, tidak mengatasnamakan institusi TNI, mereka murni orang sipil. Namun demikian, hubungan silaturahmi tetap dijaga,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam pengarahannya mengatakan bahwa sinergitas dan soliditas TNI dan Polri harus betul-betul real bukan sekedar lip service.  “Polri tidak mungkin dapat bekerja sendiri dalam mengatasi kejahatan di wilayah perbatasan, khususnya Kalimantan Utara sehingga Polri butuh dukungan dari TNI dalam mengatasi masalah di di wilayah perbatasan,” ucapnya. {Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H. }

Read more...

Rumusan Rapimnas Bakamla 2018, Perlunya Integrasi Pengelolaan Laut Nusantara

JAKARTA ; Diperlukan integrasi dalam pengelolaan laut Nusantara dengan penataan MDA (maritime Domain Awareness), Maritime Policy (pengelolaan kebijakan kelautan Indonesia) serta tata kelola dan kelembagaan di laut. Hal itu merupakan bagian dari hasil rumusan Rapimnas Bakamla RI tahun 2018 di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Jakarta Pusat, yang pada hari ini menginjak kegiatan hari kedua, Kamis (29/3/2018).

Beberapa hasil rumusan telah disepakati bersama, pada sesi terakhir rapat yang dihadiri oleh perwakilan berbagai mitra maritime terkait. Sesuai tema yang diangkat, yaitu Optimalisasi Bakamla dalam menyinergikan kekuatan maritime nasional guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka perlu dilakukan Optimalisasi, yaitu peningkatan kepada situasi luar biasa dalam menjawab tantangan dan ancaman yang berkembang pesat hingga menjadi super optimal.

Bakamla RI sebagai badan pemerintah yang menyinergikan mitra maritime/stakeholder yang berwenang di laut, jika dianalogikan seperti kabel serat optic yang didalamnya terdapat bermacam-macam fungsi kabel dan dibungkus dengan satu kabel besar yang kuat, maka Bakamla sebagai kabel besar tersebut.

Hasil Rapimnas itu juga menyatakan bahwa sinergi merupakan faktor utama dalam penegakan hukum yang lebih efektif, dimana ada beberapa poin penting dalam prioritas sinergi dan kerja sama Bakamla dengan mitra maritim, yaitu : perubahan kebijakan menjadi Single Agency Multi Task, penataan dalam pelaksanaannya, dan mengkonsepkan implementasi Operasi Kamla melalui sinkronisasi Rencana, Identifikasi peralatan dan SDM, identifikasi sektor rawan pelanggaran, penentuan strategi operasi, penyusunan peta kerawanan dan penusunan rencana operasi secara bersama.

Hasil rapimnas juga merumuskan perlunya komitmen dan konsistensi dalam pelaksanaan tupoksi masing-masing lembaga, serta dibutuhkan sinkronisasi legalisasi/hukum perundang-undangan untuk mengatur tupoksi dan area tanggung jawab.

Sementara itu, acara Rapimnas juga berlanjut secara internal pada hari ke-2 (29/3) di hadiri para pimpinan Bakamla. Acara dibuka Deputi Kebijakan dan Strategi Irjen Pol Arifin, M.H., yang dalam sambutannya menekankan pada terobosan-terobosan baru tanpa melanggar aturan yang ada. Irjen Pol Arifin juga menanggapi tentang penguatan Bakamla RI melalui Inpres tentang keamanan dan keselamatan laut.

Dikatakannya, bahwa semua perlu diupayakan dalam rangka untuk penguatan dan pengembangan Bakamla RI menjadi lebih baik dari semua sektor.

Agenda acara pada Rapimnas hari kedua adalah untuk memaparkan evaluasi kegiatan tahun 2017, pelaksanaan program kegiatan tahun 2018 dan rencana kerja pada tahun 2019 dari masing-masing kedeputian dan kantor zona kamla maritim, dengan nara sumber atau pemapar yaitu Direktur Udara Maritim Laksma TNI Guntur Wahyudi, Direktur Strategi Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si(Han), Direktur Data dan Informasi Laksma TNI Gendut Sugiono, S.H., Kazona Maritim Barat Laksma TNI Eko Murwanto, Kazona Maritim Tengah Brigjen (Pol) Drs Bastomy Sanap S.H., M.B.H. M.Hum., dan Kazona Maritim Timur Vetty Vionna Salakay, S.H., M.Si.  {Kasubbag Humas Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono}

 

Read more...

Panglima TNI : Anggota TNI-Polri Tegakkan Kedaulatan di Perbatasan NKRI  

  • Published in Hankam

CILANGKAP : Negara Indonesia memiliki beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, salah satunya Pulau Sebatik. TNI dan Polri sebagai alat negara memiliki tugas menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan dalam rangka menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI dan Polri di Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, bertempat di Batalyon Infanteri  621/Manuntung, Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (28/3/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kebersamaan TNI dan Polri dalam menjalankan tugas di perbatasan RI­-Malaysia sudah berjalan dengan baik. Sinergitas dan soliditas TNI dan Polri terbangun dalam menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI. “Ini tekad kita membangun kebersamaan, soliditas TNI dan Polri yang harus dijaga sampai akhir hayat di kandung badan,” harapnya.

Lebih Lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa panjang perbatasan negara di Kalimantan Utara mencapai lebih ribuan kilometer (km) dengan banyak jalan tikus. Dengan kondisi seperti ini, perlu saling bahu membahu dalam mencegah berbagai tindak kriminalitas diperbatasan khususnya upaya penyelundupan Narkoba. “Lakukan sharing informasi antara TNI dan Polri dalam hal penegakkan hukum untuk menghalau penyelundup tersebut,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengapresiasi keberhasilan prajurit Batalyon Infanteri  621/Manuntung yang bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia, dimana sepanjang perbatasan terdapat ratusan patok tapal batas. “Patroli Satgas Pamtas telah berhasil menemukan salah satu patok tapal batas yang selama ini tidak pernah ditemukan, semenjak dibuat oleh tim Indonesia-Malaysia. Saya bangga kepada seluruh prajurit atas keberhasilan dalam melaksanakan tugas tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan bahwa kalau Prajurit TNI dan Polri yang melaksanakan tugas pengamanan di perbatasan sudah merasa nyaman, berhubungan satu sama lain bersahabat maka itu modal yang paling utama dalam melaksanakan tugas.

Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa tantangan tugas di perbatasan banyak permasalahan-permasalahan lintas batas seperti penyelundupan senjata dan bahan peledak, Narkotika, perdagangan manusia dan lain-lain, termasuk rute klasik untuk kelompok-kelompok teroris  yang masuk ke wilayah Indonesia

Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan tentang permasalahan di perbatasan akan dibicarakan lebih lanjut ditingkat atas dan masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) ke depan.  “Tentu semuanya akan dirangkum dan dimasukkan dalam Renstra. Hal-hal yang perlu dikembangkan akan dievaluasi terutama yang berkaitan dengan pengamanan di perbatasan khususnya patok-patok perbatasan,” katanya.

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan tentang pengiriman logistik bagi pasukan pengamanan perbatasan. Selama ini pesawat Heli dalam mengangkut dukungan logistik di perbatasan masih berkapasitas kecil. “Kedepan kita akan rencanakan untuk pengadaan pesawat Heli yang berkapasitas besar pada Renstra II TNI,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa di wilayah perbatasan jumlah anggota Polri sangat terbatas, sehingga perlunya kerja sama dan sharing informasi antara TNI dan Polri di perbatasan dalam penanganan tindak kriminalitas. “Dalam keadaan tangkap tangan, si pelanggar hukum misalnya teroris melalui lintas batas membawa senjata, siapapun boleh menangkapnya apalagi prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga perbatasan, memiliki hukum untuk menangkap karena sesuai dengan aturan. Selanjutnya proses hukum dilakukan oleh Kepolisian,” jelasnya. {Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.