Menu

KPU Resmi Tetapkan 14 Parpol sebagai Peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14 partai politik sebagai peserta pemilu 2019. Dari jumlah tersebut empat di antaranya merupakan partai baru.

Keikutsertaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menambah semarak Pemilu 2019.

Meskipun popularitas keempat partai itu cukup meningkat dalam beberapa tahun terakhir, pengamat politik Hanta Yudha menyebut partai politik yang baru bergabung sebagai peserta pemilu harus memiliki unsur pembeda dengan partai yang sudah lebih dulu eksis.

"Orang kan tidak begitu kenal, sehingga yang dilakukan bukan hanya letupan politik. Harus ada ledakan politik untuk membuat orang mengalihkan perhatian. Apakah mereka berhasil menjadi partai alternatif yang kredibel atau sama saja," katanya, dalam tayangan 'Breaking News' di Metro TV, Minggu, 18 Februari 2018.

Hanta menilai kehadiran partai baru tidak akan terlalu berat menggerus suara partai yang sudah ada. Berkaca dari peristiwa yang telah terjadi, beberapa tahun silam Golkar melahirkan Hanura dan Gerindra, namun pada saat yang sama suara Golkar relatif tetap stabil.

Berdasarkan data survei Poltracking, kata Hanta, belum ada partai yang terancam tergerus suaranya secara signifikan oleh partai baru. Ia menyebut angka keempat partai tersebut masih di bawah ambang batas elektabilitas partai, yakni empat persen.

Perindo berada di angka dua hingga tiga persen, elektabilitas PSI masih di bawah dua persen punya potensi besar untuk meningkat, sementara dua partai lainnya masih nol koma sekian persen.

"Inilah yang harus disiapkan betul strategi menciptakan makna elektoralnya. Kalau sebut PSI, apa yang ada di benak publik? Perindo dan seterusnya. Kalau ada spontanitas positif di publik bisa meningkatkan elektabilitas partai dan menjadi modal, kalau disebutkan saja orang tidak paham tentu akan sulit," pungkasnya. (red)

 

Read more...

Beltim Dapat Bantuan Proyek Sampah Rp. 2,7 Milyar dari Kementerian PUPR

BELITUNG TIMUR ; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Cipta Karya akan membangun proyek Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman senilai total Rp 2,7 milyar di Kabupaten Belitung Timur.

Awal pelaksanaan pembangunan ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Dirjen Cipta Karya KemenPUPR, Dodi Krispratmaji dengan Bupati Beltim, Yuslih Ihza pada acara Sosialiasi dan Penandatanganan Kerjasama di Hotel Mercure Jalan Purus IV Kota Padang Sumatera Barat, Rabu, (14/2).

Kepala Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Miarka Risdawati mengatakan ada dua kegiatan proyek yang dikerjakan di Kabupaten Beltim. Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Desa Suka Mandi Kecamatan Damar dan Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Trapo Mayang," ujar Miarka.

"Dua-dua (proyek)nya di Trafo Mayang. IPLT itu totalnya Rp 1,7 milyar dibagi ke tiga kabupaten, kalau TPA Rp 2,1 milyar hanya untuk Beltim saja," ungkap Miarka seusai Acara Sosialisasi, Kamis (15/2).

Wanita yang akrab dipanggil Chika itu menyatakan lelang proyek sedang diumumkan dan pengerjaan proyek diperkirakan baru dapat dilakukan Maret 2018 mendatang. Rencananya proyek akan dihibahkan untuk Pemkab Beltim akhir tahun 2018.

"Lelangnya sudah ada di internet. Nanti kalau selesai akan kita hibahkan ke Pemkab," jelas Chika.

Chika menuturkan sudah banyak bantuan yang diberikan oleh PSPLP kepada Pemkab Beltim. Mulai dari eksavator, bolduser, mobil tinja hingga komponen fisik lainnya berupa kantor di TPA Trofo Mayang.

"Bisa dikatakan lengkap bantuan kita. Kita ingin menjadikan TPA di Kabupaten Beltim sebagai TPA Percontohan di Bangka Belitung," kata Chika.

Meski sudah lengkap, ia mempersilahkan Pemkab Beltim untuk mengajukan proposal bantuan lainnya. Bukan hanya untuk TPA dan sampah namun juga drainase dan Pemukiman.

"Kita ini masuk di tiga dinas, Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Cipta Karya PU. Drainase bisa kita bantu, cman buatkan suratnya dulu ke Direktorat Bina Marga agar tidak tumpang tindih," ujarnya.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza berharap proyek akan segera dapat dilaksanakan. Ia menyatakan semua persyaratan yang diajukan dalam Naskah Perjanjian bisa diakomodir Pemkab Beltim.

"Sudah, administrasi kita sudah dilengkapi. Intinya kita ingin segera dapat bantuan ini, soalnya sangat bermanfaat untuk masyarakat," kata Yuslih.

Selain itu, dengan adanya kelengkapan komponen TPS akan menjadi penunjang utama penilaian untuk Piala Adipura. Hal ini disebutnya akan memperbesar peluang Kabupaten Beltim.

"Proyek ini penting untuk menambah penilaian Adipura. Insyallah kita sedang upayakan, agar target terwujud," ucap Yuslih.

Pada acara penandatangan tersebut Dirjen Cipta Karya menyerahkan bantuan hibah untuk 36 kabupaten/kota. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ada tiga kabupaten yang memperoleh bantuan, yakni Kabupaten Bangka, Bangka Barat dan Beltim. Namun di dua kabupaten tersebut hanya memperoleh bantuan sekitar Rp 600 juta. (Nizakaryadi)

 

 

 

 

 

 

Read more...

Dapat Nomor Urut 2, Barnabas Orno Sebut Itu Simbol Kebersamaan 

MALUKU ; Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku dalam pengundian nomor urut di kantor KPU Maluku, Ambon  Selasa 13 Februari 2018.

IrJend Pol.(purnawirawan) Murad Ismail dan Barnabas Orno mendapatkan nomor urut 2 sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri itu menyebut filosofi nomor itu bermakna kenormalan, sedangkan dua pasangan calon lain sebagai tidak normal. Dua kandidat lain itu ialah Said Assagaff-Andrias Rentanubun dan Herman Koodeoboen-Abdullah Vanath, masing-masing mendapatkan nomor 1 dan nomor 3.

"Nomor urut satu itu tidak normal, nomor dua normal, nomor urut tiga abnormal," kata Murad kepada wartawan, usai mengikuti pengundian nomor di kantor Komisi Pemilihan Umum Maluku di Ambon, Selasa 13 Februari 2018.

Menurut Barnabas Orno, nomor 2 itu adalah simbol kebersamaan, kasih sayang, serta perwujudan manusia yang sempurna. "Mata kita dua, tangan kita dua, telinga kita dua; ibarat kursi, kita duduk di tengah-tengah dan mengayomi yang lain," ujarnya. (ancha)

 

Read more...

Seharian Tidak Keluar Kamar, La Udi Ditemukan Tewas 

AMBON ; La Udi (52) warga jalan Pala RT 02/002 Kec. Sirimau Kota Ambon, Maluku terbujur kaku di bangunan milik toko Lii di jalan Yos Sudarso, Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 15.35 wit.

Pria yang bekerja sebagai tukang jahit di Samping pertokoan tempat pembelanjaan Amplas ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Pantauan koran ini di TKP mengungkapkan berdasarkan keterangan Saksi Katirin (48), pedagang bakso, jln Yos Sudarso belakang pertokoan Amplaz menyampaikan bahwa awalnya Rabu 14 Februari 2018 sekitar pukul 23.30 Wit   saksi sempat bersama sama dengan korban menonton sepak bola.

"Setelah selesai menonton siaran sepak bola korban pamit untuk berstirahat dikamarnya berada di lantai II, dan pada keesokan hari saya tidak melihat korban keluar dari kamarnya," ungkapnya.

Dirinya menambahkan pada Pukul 15.00 wit kerabat saksi yang kebetulan tinggal bersama dengan saksi Suparmin (54) pedagang bakso Belakang Amplas hendak memanggil korban untuk bekerja.

"Sampai dengan sore hari saya tidak melihat korban di tempat kerjanya yang bertempat di samping amplaz dan pada saat saya mengetuk pintu korban tidak ada jawaban sehingga saya lngsung membuka pintu kamar milik korban dan mendapati korban sudah kaku dan tidak bernyawa lagi," jelasnya.

Karena takut dan panik saksi kemudian meminta  tolong kepada wrga sekitar guna menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sekitar Pukul 16.00 wit anggota polsek sirimau dan anggota buser serta tim identifikasi polres pulau ambon tiba di TKP dan langsung melakukan Olah TKP

Sekitar pukul 18.00 Wit keluarga korban membawa jenazah ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Hingga kini penyebab meningal korban belum diketahui. Korban di ketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sempat berobat jalan di dokter pada klinik A. A SEHAT jln laxdya loe Wattimena tanggal 26 januari 2018.

Sementara pihak keluarga  menolak untuk  melakukan otopsi. (Saleh tuhuteru)

 

Read more...

Karya Bhakti Wujudkan Sinergitas TNI Dengan Masyarakat

AMBON ; Dalam rangka mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Resor Militer (Koramil) 1502-07/Piru Kopda Wabula bersama anggota jemaat siaputih bekerjasama melanjutkan pembangunan Gereja Pinel Siauputih, Kamis (15/02).

"Demi melaksanakan kegiatan sosial dengan membangun kualitas iman dan taqwa yang baik dalam sebuah kehidupan bermasyarakat, tentunya diperlukan sarana-sarana yang menunjang tercapainya hubungan antara seorang hamba dan Tuhan." Ujar Kopda Saman Wabula sebagai Babinsa Desa tersebut.

Sehingga Babinsa Dusun Siaputih tergerak untuk melaksanakan kegiatan kerja bhakti dengan masyarakat dalam berbagai jenis pembangunan tersebut.

Kopda Saman Wabula bertekad akan selalu siap menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan tidak membedakan suku, agama ras dan golongan tertentu, kerja bakti ini juga menunjukan rasa kebersamaan dan semangat gotong royong antara masyarakat Ds. Siaputih dengan Babinsa.

Upaya untuk menciptakan kemanunggalan TNI-rakyat terus kami lakukan sebagai Babinsa, diantaranya dengan, ikut membantu membangun sarana sosial dan tempat ibadah seperti ini," Pungkas Kopda Saman Wabula. (saleh)

 

 

Read more...

Babinsa Jajaran Kodim Masohi Bantu Masyarakat. 

AMBON ; Dalam rangka menjaga Kemanunggalan TNI-Rakyat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-02/Amahai Komando Distrik Militer (Kodim) 1502/Masohi giat dalam melaksanakan kegiatan sosial sebagai wujud membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya untuk melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial, Jumat (16/02).

Sebagai wujud pelaksanaannya Babinsa Banda Baru, Sertu Saiful Bahri mempelopori  masyarakat Banda Baru untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan lokasi dalam desa guna mewujudkan kebersihan dan keindahan dalam Desa.

Dalam waktu yang sama, Babinsa Tamilow, Serda Benyamin Pawae juga melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat. Seluruh kegiatan dilaksanakan sebagai wujud kepedulian aparat teritorial dalam membantu masyarakat di wilayah binaannya. (saleh)

 

Read more...

Panglima TNI : Ancaman Nyata Ke Depan Bersifat Asimetris, Proxy dan Hibrida

CILANGKAP ; Ancaman terhadap suatu negara secara konvensional berupa perang secara terbuka antar negara ke depan menjadi semakin kabur, dikarenakan memakan biaya yang sangat besar dan harus menghadapi komunitas dunia internasional. Ancaman nyata ke depan adalah ancaman yang bersifat asimetris, proxy, dan hibrida dengan memanfaatkan teknologi.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. pada acara pembukaan Rakor Komlek TNI tahun 2018, bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (15/2/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi manusia, tetapi juga memungkinkan munculnya kerawanan-kerawanan dari meluasnya pemanfaatan sharing data dan informasi, serta terhubungnya berbagai sistem yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Konektivitas tersebut rawan terhadap ancaman baru seperti pencurian identitas, gangguan sistem, pengambilalihan kendali sampai pada penghancuran sistem sendiri, bahkan perkembangan terorisme global memanfaatkan digital profiling untuk merekrut sel-sel baru dan terpisah sebagai lone wolf," ungkap Panglima TNI

Disisi lain Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa dalam menghadapi Pilkada dan Pilpres, pada pelaksanaan kampanye kemungkinan akan diwarnai berbagai isu negatif termasuk hoax dengan menggunakan media sosial.  “Untuk itu, perbantuan sarana Komunikasi Elektronik (Komlek) menjadi sangat penting sebagai dasar dalam pengerahan kekuatan TNI," katanya.

“Tidak menutup kemungkinan dapat berkembang menjadi tindakan-tindakan yang lebih ekstrim atau bahkan merusak dengan memanfaatkan isu kesenjangan yang diolah menjadi radikalisme, ekstrimisme, dan populisme," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI mengharapkan, dengan kondisi ancaman yang semakin kompleks tersebut TNI dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi yang mendukung pelaksanaan tugas, terutama teknologi kemiliteran yang diintegrasikan dengan kemampuan Network Centric Warfare (NCW) ditunjang dengan Command, Control, Communication, Computer, Intellegence, Surveilance, and Reconnaisance (C4ISR) dan kemampuan cyber warfare.

“Mengingat peralatan NCW dan cyber warfare berkembang relatif cepat dibanding Alutsista jenis lain, maka TNI dalam hal ini komunitas Komlek perlu mengantisipasi model dan mekanisme pengadaan, pemeliharaan dan perawatan, serta peningkatan fungsi peralatan NCW dan siber secara berkala dan berkelanjutan," tutur Panglima TNI.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI menekankan beberapa hal yang perlu dipedomani dalam pelaksanaan Rakor Komlek TNI, antara lain: Melanjutkan pemenuhan kebutuhan Alkomlek (Alat komunikasi, elektronika dan peperangan elektronika) dalam rangka mendukung operasi pengamanan perbatasan, pengamanan Alki, pertahanan udara, pengamanan pulau-pulau terluar, pengamanan daerah rawan, perdamaian dunia dan pengamanan VVIP serta pengamanan menjelang Pemilu 2019 dengan tetap mempertimbangkan aspek interoperabilitas.

Melanjutkan modernisasi Alkomlek TNI secara selektif berdasarkan skala prioritas dengan mengutamakan produksi dalam negeri dan meningkatkan dukungan pemeliharaan Alkomlek untuk operasi dan latihan TNI serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di bidang Komlek guna mendukung tugas pokok TNI.

Rakor Komlek TNI tahun 2018 diikuti oleh 116 orang, untuk pelaksanaan Rakor tahun ini mengangkat tema "Dengan Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyalitas, Profesional dan Modern Kita Tingkatkan Interoperabilitas Komlek TNI Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI.  (Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H )

 

 

Read more...

Deputy Force Commander Minusca : Pasukan Indonesia Sangat Membantu Misi PBB di Republik Afrika Tengah  

AFRIKA TENGAH ; Kehadiran Pasukan Indonesia yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni pada misi PBB di Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) di Republik Afrika Tengah sangatlah banyak membantu, terutama dalam hal konstruksi jalan, jembatan dan sarana lain yang pada akhirnya akan menambah serta meningkatkan mobilitas pasukan di lapangan.

Hal tersebut dikatakan Deputy Force Commander Minusca Major General Sidiki D. Traore saat menerima courtesy call Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman, S.H, M.H, M.M. didampingi Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki serta Dansatgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. beberapa waktu lalu, disela-sela mengunjungi Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca misi perdamaian PBB di Indo Eng Coy Garuda Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah.

Deputy Force Commander (DFC) Minusca Major General Sidiki D. Traore mengucapkan terima kasih atas kunjungan Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Sudirman beserta rombongan ke Republik Afrika Tengah.  Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan pujian kepada Pasukan Garuda atas kinerja dan kontribusi serta kerja sama dalam melaksanakan misi perdamaian PBB di Central African Republic (CAR).

Menurut DFC Minusca Major General Sidiki D. Traore, hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh Pasukan Garuda tidak saja dirasakan oleh Minusca, namun juga dirasakan dan berdampak positif terhadap perkembangan pembangunan negara Afrika Tengah yang saat ini sedang dalam masa pemulihan keamanan.  "Saya tidak meragukan lagi prestasi Pasukan Indonesia atas dedikasinya sebagai peacekeepers misi PBB Minusca di Republic Central Africa," katanya.

“Saya juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada personel Satgas Kontingen Garuda, karena dengan penuh dedikasi tinggi mampu menjawab segala tantangan tugas yang diberikan, pungkas Major General Sidiki D. Traore. ( Kapten Kav Dian Pratomo)

Read more...

Dansatgaskes : Apresiasi Keberhasilan Tim Satgaskes II TNI  

PAPUA ; Tim Gabungan Satgaskes II TNI telah selesai melaksanakan tugas penanggulangan KLB Asmat, Papua. Tim ini berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan mencapai target yang diharapkan.

Hal tersebut dikatakan Danrem 174/ATW selaku Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan dalam rangka pelepasan kembali Tim Satgaskes II TNI, di Aula Yonif 754/ENK, Timika Papua, Rabu (14/2/2018).

Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan menyampaikan bahwa KLB Campak dan gizi buruk Asmat dapat ditanggulangi dengan baik. Tepat tanggal 5 Februari 2018 yang lalu, Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos. telah mencabut status KLB Asmat. “Keberhasilan ini tentu berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, termasuk para prajurit sekalian,” ucapnya.

“Saya sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tim Satgaskes II TNI. Semoga menjadi amal ibadah disisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Brigjen TNI Asep Setia Gunawan.

Lebih lanjut Dansatgaskes TNI mengatakan bahwa KLB Asmat telah dicabut dan dilanjutkan dengan tahap pendampingan dan pemantauan. Satgaskes II TNI telah dapat melaksanakan tugas dengan optimal. “Kedepan Satgaskes TNI menjadi bagian dari Satgas Terpadu Asmat,” jelasnya.

Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan berpesan kepada tim dokter dan paramedis dibawah pimpinan Dantimkes TNI Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, Sp.OT agar hal-hal yang didapat selama pelaksanaan tugas dapat dijadikan pelajaran berharga guna mendukung tugas ke depan. ( Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi)

 

Read more...

Ketum Dharma Pertiwi : SDM PIA Ardhya Garini Harus Mandiri Dalam Segala Bidang

JAKARTA ; Pelaksanaan Musyawarah Pusat  harus mencerminkan aspirasi seluruh lapisan anggota PIA Ardhya Garini yang membawa misi untuk berperan serta secara berkesinambungan dalam peningkatan peranan wanita Indonesia melalui pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan harus mandiri dalam segala bidang.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto saat memberikan sambutan pada Pembukaan Musyarawah Pusat PIA Ardhya Garini ke-18 tahun 2018,  di Gedung PIA Ardhya Garini Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (14/2/2018).

Lebih lanjut Ketum Dharma Pertiwi menyampaikan bahwa Musyawarah Pusat harus menggelorakan perubahan-perubahan yang mampu menjawab permasalahan dan tantangan yang akan muncul dalam lima tahun mendatang, serta keputusan-keputusannya harus berdasarkan kepada musyawarah dan mufakat. “Keputusan yang dihasilkan dalam kegiatan ini harus mendorong pertumbuhan ekonomi anggota dan ekonomi kerakyatan sektor informal, sehingga berkontribusi dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dihadapan 269 peserta Musyawarah Pusat Pia Ardhya Garini ke-18, Ketum Dharma Pertiwi mengatakan bahwa organisasi Pia Ardhya Garini merupakan tempat belajar, memupuk kreatifitas, saling mengisi serta meningkatkan peran istri dalam mendukung tugas suami sebagai anggota TNI AU. “PIA Ardhya Garini harus mendengarkan masukan dan keinginan dari sumber yang heterogen baik dari tingkat Daerah, Cabang maupun tingkat Ranting yang paling depan," tuturnya.

Disisi lain sambutannya, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada anggota PIA Ardhya Garini dalam menghadapi tahun politik tahun 2018 dan 2019 yang penuh dengan dinamika, serta akan berpengaruh dalam kehidupan anggota PIA Ardhya Garini dan keluarganya, karena istri Prajurit TNI dan keluarganya memiliki hak pilih dalam Pilkada, Pemilu dan Pilpres.  “Anggota PIA Ardhya Garini harus menghindari kegaduhan dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memberikan beberapa penekanan, diantaranya: Pertama, tumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan dan berkontribusi aktif dalam kegiatan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan serta pertumbuhan anak-anak yang selaras dalam mendukung tugas suami dan sejalan dengan program pemerintah. Kedua, gunakan media sosial dengan bijak untuk mempererat silaturahmi antar anggota dan kemajuan organisasi serta mendukung program pemerintah. Ketiga, manfaatkan organisasi PIA Ardhya Garini untuk menjalin hubungan silaturahmi sesama anggota dan sebagai wadah untuk berkontribusi kepada negara dan bangsa yang kita cintai bersama.

Musyarawah Pusat PIA Ardhya Garini ke-18 tahun 2018 yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, dibuka secara resmi oleh Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., S.Sos., M.M., dihadiri antara lain oleh para Asisten Kasau, Ketum PIA Ardhya Garini Ibu Ayu Yuyu Sutisna dan seluruh anggota PIA Ardhya Garini dari seluruh Indonesia. ( Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H )

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.