Menu

Satgas Yonkomposit TNI Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Karak Sudan

SUDAN ; Tim Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/UNAMID (United Nations Mission In Darfur) menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan secara gratis kepada masyarakat desa Karakh El Geneina, Sudan, Afrika, Selasa (17/4/2018).

Kegiatan bakti sosial kesehatan ini terselenggara atas kerja sama Civil Military Coordination (CIMIC) tim kesehatan Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/UNAMID dengan masyarakat Karak, pemerintah daerah Sudan dan dari berbagai pihak.

Dalam kesempatan tersebut Komandan Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/UNAMID Letkol Inf Syamsul Alam, S.E, menyampaikan bakti sosial kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan membantu kesejahteraan masyarakat Sudan. Selain itu untuk memelihara dan memantapkan hubungan Satgas Yonkomposit TNI dengan masyarakat yang sudah terjalin, terbina, dan terjaga dengan baik.

Lebih lanjut Letkol Inf Syamsul Alam, S.E menyampaikan kegiatan bakti sosial kesehatan ini juga dilakukan pengobatan umum dan pemberian vitamin kepada masyarakat desa Karak secara gratis, dengan sasaran warga yang tidak mampu dari segi ekonomi dan sosial. “Sebagian besar penduduk Desa Karak sebagai petani, pedagang dan buruh angkut yang sangat membutuhkan layanan kesehatan,” ucapnya.

Bakti Sosial pengobatan umum ini melibatkan 4 dokter Satgas antara lain Mayor Ckm Dr. Adi Sembiring, Kapten Kes Dr. Kuswiyono, Lettu Laut (K) Dr. Andly Mallo dan Lettu Ckm Dr. Hidayatullah dengan 18 para medis yang membantu kegiatan tersebut dengan penuh kesabaran dan semangat. Selain itu para relawan medis juga memeriksa, merawat para pasien yang datang bergantian, dengan jumlah total 110 pasien, dengan rincian 42 pasien penyakit kulit, 21 pasien batuk-pilek, 20 pasien sakit kepala, 11 pasien gangguan lambung dan 12 pasien hipertensi, yang telah berhasil ditangani dengan baik.

Pada kesempatan yang sama Mayor Ckm dr. Adi Sembiring menyampaikan, pada dasarnya memperoleh kesehatan merupakan hak dasar bagi setiap orang tanpa harus memandang status ekonomi dan sosial dari masyarakat itu sendiri.

Lebih lanjut Mayor Ckm dr. Adi Sembiring mengatakan pemberian pelayanan kesehatan sebagai rasa kepedulian terhadap masyarakat daerah yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Bakti sosial kesehatan ini untuk bantuan pengobatan dan untuk menjalin tali persaudaraan, mempererat silaturahmi diantara masyarakat Sudan dengan Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/UNAMID,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala desa Karak Syeikh Ali Ahmad menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/UNAMID yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan seperti ini dan sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat serta dapat dirasakan secara langsung manfaatnya, terutama daerah yang berada di pelosok desa dan kurang mampu secara ekonomi.

Turut hadir pada acara tersebut Chief U9 FHQ UNAMID, Lt Col Revila Oulina, Chief Governance & Community Stabilization Section, Mr. Rommel Dela Rosa, Perwira Interpreter Bahasa Arab Kapten Mar Abdul Rahman, Kapten Chb Dimas Mudanton Kasi CIMIC dan Perwira CIMIC Kapten Inf Agus Fauzi, serta prajurit Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/UNAMID. { Perwira Penerangan Konga XXXV-C/Unamid, Kapten Laut (KH) Aripudin }

 

Read more...

Baksos Kesehatan TNI Bantu Masyarakat Secara Langsung

YOGYAKARTA ; Dalam setiap kegiatan di mana pun berada, TNI akan terus berupaya untuk membantu masyarakat secara langsung melalui kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan TNI kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan-kegiatan seperti ini sesuai dengan motto "TNI Bersama Rakyat TNI Kuat".

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada acara Baksos Kesehatan TNI yang berlangsung dari tanggal 17 s.d 24 Maret 2018 di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara (RSPAU) Dr. Suhardi Hardjolukito, Yogyakarta, Senin (19/3/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, program Baksos Kesehatan TNI dapat  dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kondisi masyarakat di sekitarnya, khususnya pemberian kaki palsu kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah guna  membantu masyarakat untuk bisa berjalan, Operasi Bibir Sumbing dan Katarak merupakan program yang menjadi prioritas. " Kegiatan Bakti Kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesulitan masyarakat sekitar," ucapnya.

“Pada kegiatan Baksos Kesehatan TNI kali ini, berdasarkan data telah berhasil melakukan Operasi Katarak kepada 92 orang, Operasi Bibir Sumbing 45 orang, Khitanan 35 orang dan pemberian Kaki Palsu 45 orang," kata Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dengan mengerahkan kekuatan personel TNI yang didukung dengan Kapal Rumah Sakit dan pesawat angkut, diharapkan program-program Baksos Kesehatan TNI yang dilaksanakan dapat memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diseluruh wilayah Indonesia.

“TNI memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan menggunakan obat-obatan yang dihasilkan oleh Lembaga Farmasi jajaran TNI (AD, AL, AU)," ungkapnya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan awak media terkait kegiatan Baksos Kesehatan TNI, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa kehadirannya adalah untuk melihat secara langsung kegiatan pelayanan kesehatan di RSPAU Dr. Suhardi Hardjolukito.  " Kegiatan ini benar-benar memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, seperti Operasi Katarak, Operasi Bibir Sumbing, Khitanan Massal dan pengobatan lainnya, termasuk pemberian bantuan Kaki Palsu terhadap masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa pada tanggal 23 Maret 2018, akan dilaksanakan kegiatan Baksos Kesehatan TNI di Desa Bedoyo Gunung Kidul, Yogyakarta, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat.  " Personel Kesehatan TNI yang ada, dapat dikerahkan untuk membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di wilayah,"  katanya. (Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H) 

 

Read more...

Panglima TNI : Berikan Pelayanan Kesehatan Prajurit TNI dan Masyarakat Dengan Tersenyum

MALANG ; Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah Malang, Jawa Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didamping Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta Pejabat Teras Mabes TNI, menyempatkan diri mengunjungi Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen, Jl. S. Supriadi No. 22 Malang, Sabtu (24/2/2018).

Di hadapan para dokter dan tenaga medis lainnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa salah satu bentuk kesejahteraan  prajurit TNI adalah jaminan kesehatan bagi prajurit dan keluarganya. Menurutnya, sejahtera itu bukan harus memiliki uang yang banyak, hidup sehat merupakan suatu kesejahteraan yang harus disyukuri.  “Prajurit saya harus diberikan pelayanan kesehatan yang baik tanpa membedakan pangkat dan jabatan. Ingat penyakit tidak mengenal pangkat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa rumah sakit yang terkenal di luar negeri pun bukan karena peralatannya, tetapi yang terkenal adalah bagaimana cara melayani pasiennya dengan sapaan yang ramah dan tersenyum. "Untuk itu, dalam melayani kesehatan bagi anggota TNI maupun keluarganya serta masyarakat, layanilah dengan tersenyum,” katanya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap pelayanan di Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen terus ditingkatkan dan Kepala Rumah Sakit dapat menyampaikan kepada pihak-pihak terkait kalau masih kekurangan alat peralatan yang sangat diperlukan dalam pemberian layanan kesehatan.  "Kita punya anggaran rutin APBN untuk anggaran kesehatan dan pemerintah pun sudah memikirkan untuk kesejahteraan prajurit,” ujarnya.

Di sisi lain, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa dalam kondisi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), peran para dokter sangat diutamakan dan diperlukan dalam seluruh kegiatan, seperti mengatasi wabah penyakit yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua baru-baru ini.  “Presiden RI Ir. H. Joko Widodo memberikan penghargaan dan bangga dengan kinerja yang telah dilakukan oleh Tim Dokter Satgaskes TNI di Asmat. Kalau sudah ditangani oleh TNI, semua pasti bisa diatasi,” ungkapnya.

“Saya perintahkan di Pusdik-Pusdik TNI, para dokter baru yang berpangkat Letnan Dua (Letda) itu langsung dikirim ke Asmat, sebulan dua bulan di sana, supaya mereka juga bangga sudah dikirim ke daerah operasi.  Demikian juga bagi dokter-dokter Pegawai Negeri Sipil di lingkungan TNI, apabila diperlukan kita kirim ke Asmat,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Di sela-sela kunjungannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan, mengunjungi dan menyerahkan bingkisan kepada beberapa pasien yang sedang dirawat di Paviliun Melati Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. (Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa)

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.