Menu

Gelar Permainan Gobak Sodor, TMMD Peduli dengan Kearifan Lokal 

BELITUNG TIMUR ; Program Tentara Manunggal Masuk Desa {TMMD} ke 101 yang dilaksanakan di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur berlangsung lancar. Selain mengerjakan pembangunan fisik dan non fisik, tim satgas TMMD juga menggelar lomba kearifan lokal yaitu lomba Gobak Sodor di d halaman kantor Desa Batu Penyu, Minggu (15/4/2018).

Gobak Sodor {bahasa daerah} setempat menyebutnya Milut adalah olah raga tradisional masyarakat desa setempat yang hingga sekarang tetap dipertahankan.

Pada kegiatan TMMD ke 101 tahun 2018, lomba Gobak Sodor ikuti hampir seluruh siswa sekolah dasar diantaraya SDN. 12. SDN.13, SDN. 14, SDN. 15 se-Kecamatan Gantung. Lomba ini digelar dengan simtem beregu sebanyak 4 orang, dan 1 orang sebagai pemain cadangan.

Sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu 14 April 2018, tim satgas TMMD ke 101 juga menggelar lomba Tari Kreatif di Balai Desa Batu Penyu, yang jumlah peserta masing-masing sebanyak  6 regu, 1 regu masing-masing berjumlah 3 - 6 orang.

Kordinator lomba  Gobak Sodor Serda Asran, seijin Dandim 0414 Belitung Letkol.Kav.Eko Saptono mengatakan kegiatan lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kreatifitas anak pada usia dini. "Tari kreatif ini sebagai bentuk menumbuh kembangkan rasa kebersamaan didalam gerak dan langkah sesuai dengan iramalagu yang di dengar, juga membangkitkan semangat budaya kearifan lokal, " jelas Asran.  

Lomba Gobak Sador ini, lanjut Serda Asran adalah lomba tentang strategi yang digunakan untuk perang.  "Kalu di sini adalah sebuah permainan yang bersifat olah raga, olah raga beregu dengan gaya permainan menyerang, bertahan dan saling menghadang," ujarnya.

Menurut dia, lomba gobak sodor ini olah raga adu kecerdikan, kekompakandan dan kebersamaan dalam sebuah tim dan patut dilestariakn.

Terpisah, Marta Winarta, guru pendamping siswa SDN 12 membenarkan bahwa lomba Gobak Sodor merupakan permainan yang dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya. "Untuk itu, kita perlu saling kerja sama dan saling menghargai tuk bangkitkan budaya kearifan lokal agar tetap lestari," imbuhnya.

Ia berharap, olah raga tradisional gobak sodor atau disebut orang kampung permainan Milut tetap dipertahankan sebagai warisan budaya asli daerah. " Gobak Sodor perlu dilestarikan dalam kegiatan tradisional dan tetap tumbuh dalam kearifan lokal kedepannya," pungkas  guru Marta seraya menyebutkan bahwa potensi lain bisa dimunculkan atau membangkitkan kearifan lokal pada even-even yang lain selain di TMMD. (Niza Karyadi)

 

 

 

Read more...

Wanita TNI Suguhkan Tarian Daerah Kepada Menlu RI di Lebanon

LEBANON ; Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Satgas Indonesia Battalion (Indobatt) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) suguhkan tari "Kecak" dari Provinsi Bali, Indonesia dan tari "Dabke" dari Lebanon dalam rangka menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno L.P. Marsudi ke Markas Indobatt di Adchit Alqusayr, Lebanon Selatan, baru-baru ini. ( Kabidpeninter Puspen TNI Letnan Kolonel Laut (KH) H. Agus Cahyono)

 

Read more...

Feature : Tapak Langkah Satgaskes TNI di Bumi Asmat

PAPUA ; Tekad kami sudah bulat, rakyat Asmat harus selamat. Tim Satgaskes tanggap darurat 2 (dua) siap untuk melaksanakan tugas.  Pada beberapa waktu yang lalu, di bawah pancaran terik matahari, 12 tim Satgaskes TNI diberangkatkan ke 28 kampung pedalaman Asmat. Medan sungai dan cuaca ekstrim siap menghadang. Perjuangan Tim Satgaskes TNI tetap maju tak gentar walau gelombang datang menghadang.

Tim 6 di bawah pimpinan Letda Laut (K) dr. Deddy Haryanto berangkat dari Distrik Agats menggunakan speed boat menuju kampung Amakot dan Kampung Mabul, Distrik Koroway. Cuaca yang berubah ditambah dengan gelapnya malam, dan tim ini harus menahan gerak langkah serta bermalam di Kampung Binam Distrik Suator.

Pagi di keesokan hari, tim 6 melanjutkan perjalanan ke Kampung Mabul. Perjalanan tak semulus yang diharapkan, tim ini terhenti sejenak di sekitar daerah Distrik Kolf Braza dikarenakan air sungai surut. Medan memaksa mereka untuk berganti kapal menggunakan perahu longboat / viber. Dengan bekal seadanya tim ini tetap bertahan. Bahan makanan dan obat-obatan yang dijadwalkan tak kunjung datang. Tenaga boleh berkurang namun semangat tak boleh pudar.

Upaya untuk menjemput obat-obatan dan bahan makanan dilakukan. Tim ini menanyakan ke distrik-distrik yang lewati, seraya berdoa agar obat-obataan dan makanan itu ada. Tugas yang diemban ini sangat berkaitan dengan vaksinasi dan obat-obatan. Akhirnya di sore hari obat-obatan dan makanan yang dinantipun datang.

Esok hari perjalananpun dilanjutkan, tim ini menggunakan 2 (dua) ketinting. Ditengah perjalanan tim 6 harus berpisah dengan tim 7 yang diawal berangkat bersama dikarenakan tujuan yang berbeda. Tim 6 harus menuju Kampung Amakot.

Perjuangan belum berakhir, Tim 6 kembali menghadapi rintangan. Air sungai yang surut memaksa tim ini untuk mendorong ketinting dan melanjutkannya dengan berjalan kaki melewati batuan yang licin dan tajam dengan disirami terik matahari yang membakar kulit.

Lelah yang tak pernah dikeluhkan. Letih yang terbayarkan oleh sambutan dan senyuman warga setibanya di Kampung Amakot. Warga pun bahagia mendapat pengobatan bagi anak-anaknya. Sangat jarang sekali bahkan hampir tidak ada lagi dokter atau tenaga kesehatan yg datang ke desa ini.

Setelah melakukan pengobatan dan imunisasi, di sore hari tim ini harus berangkat ke Kampung Mabul untuk melaksanakan vaksinasi bagi anak-anak disana. Pos pengobatan pun mendadak dibuka di kantor Distrik Koroway bertempat di Kampung Mabul.

Kondisi tim sangat lelah dan letih, namun kelelahan perjalanan berganti jadi keceriaan ketika melihat kerelaan warga untuk menunggu giliran berobat. Satgaskes TNI berbuat dengan sepenuh hati, mengulurkan tangan demi pengabdian. ( Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi)

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.