Menu

Carrefour Buka Gerai Grosir Pertama di Indonesia

PEREKONOMIAN Indonesia yang terus tumbuh saat ini, membuat meningkatnya konsumsi masyarakat dan makin berkembangnya usaha-usaha seperti horeka, pedagang, UMKM, ataupun Service Company Office (SCO) di Indonesia.

Peluang tersebut merupakan tantangan bagi PT Trans Retail Indonesia ( Carrefour) untuk dapat memenuhi ceruk pasar tersebut dengan membuka gerai grosir (wholesale). Gerai pertama terletak di Jl H Juanda No 180, Bekasi Timur, Jawa Timur, Jawa Barat yang disebut sebagai Greserindo Carrefour. Gerai yang menempati area penjualan 4.300 m2 ini, dikhususkan untuk pelanggan frofesional atau yang mempunyai usaha.

Gerai ini kami desain berbed dengan gerai hipermarket kami yang telah ada dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan grosir yang ingin membeli produk-produk terbaik dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah” jelas Hendrik Adrianto, Head of External Communications and Corporate Social Responsibility, PT Trans Retail Indonesia.

Beberapa kemudahan yang didapatkan oleh pelanggan yang ingin berbelanja di Groserindo diantaranya adalah bebas biaya pendaftaran untuk pelanggan profesional, Gratis biaya pengiriman barang dengan radius 3 km (untuk pembelanjaan minimal  5 juta). Gratis jasa antar ke mobil atau kendaraan umum (untuk pembelanjaan minimal 2 juta), menyediakan jasa perakitan untuk furniture, menyediakan Mega Zip (cicilan tanpa uang muka) untuk produk elektronik dan tidak ada biaya tambahan untuk penggunaan semua jenis kartu debit ataupun kredit dari Bank Mega.

Salah satu komitmen Grosirindo Carrefour terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia. Maka setiap produk private label, selalu dilakukan tes secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengindari zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan dan untuk menjaga kualitas barang di gerai kami selalu dalam keadaan baik.

“Pembukaan gerai ini, menunjukkan komitmen kami untuk berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Kami akan selalu berinovasi dalam memberikan layanan terbaik, “ tambah RM. Adji Sirhandoyo, Corporate Affairs Director PT. Trans Retail Indonesia. (finsa) 

Read more...

AirAsia Jajal Pasar Jepang

MASKAPAI penerbangan AirAsia mengumumkan akan segera mendirikan AirAsia Jepang. Maskapai bertarif rendah (Low Cost Carrier /LCC) ini menggandeng Octave Japan Infrastructure Fund I GK (Octave), Rakuten Inc. (Rakuten), Noevir Holdings Co.Ltd. (Noevir), dan Alpen Co.Ltd. (Alpen).

"Kami sangat senang dapat kembali ke Jepang, dan kali ini bersama Octave, Rakuten, Noevir, dan Alpen. Saya sangat percaya bahwa AirAsia Jepang, yang akan dipimpin oleh Odi (Odagiri Yoshinori) dan kerja sama yang kuat dengan para investor baru, akan dapat merealisasikan visi kami untuk merevolusi segmen penerbangan berbiaya hemat di Jepang," kata Tony Fernandes, CEO Grup AirAsia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/7/2014).

Tim AirAsia Jepang saat ini sedang berusaha untuk mendapatkan izin operasional yang dibutuhkan dari pihak otoritas terkait. AirAsia berharap semuanya dapat berjalan dengan lancar dan bisa memulai layanan penerbangan domestik serta internasional di musim panas tahun 2015.

Presiden Direktur AirAsia Jepang, Odagiri Yoshinori, mengatakan siap untuk kembali ke pasar LCC di Jepang. Dengan kerja sama tim yang baik, Odagiri berharap dapat membawa model bisnis low-cost AirAsia kembali sukses di Jepang.

"Afiliasi kami di Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan India telah berhasil mendapatkan respons yang sangat bagus dari pasar mereka masing-masing. Oleh karena itu, kami akan berusaha agar AirAsia Jepang berhasil dan memperoleh respons yang sama. Kami ingin berterima kasih kepada para investor yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, dan kami sangat menantikan untuk bekerja sama lebih dekat dengan mereka,” ujarnya.

Rakuten, yang berdiri pada Februari 1997 di Jepang, memiliki beberapa bisnis utama seperti layanan Internet (e-commerce, travel), layanan keuangan (bank, kartu kredit, sekuritas, dan lain-lain), telekomunikasi dan juga olahraga profesional. Sementara Noevir, yang berdiri pada bulan Maret 2011 di Jepang, memiliki bisnis utama diantaranya kosmetik, farmasi dan makanan sehat, pakaian, serta penerbangan.

Alpen, yang berdiri pada Juli 1972 di Jepang, memiliki bisnis utama pembuatan dan penjualan peralatan ski serta berbagai peralatan olahraga lainnya termasuk golf, tenis, olahraga air, baseball, serta berbagai peralatan berlibur. Selain itu, Alpen juga mengelola beberapa resor ski, lapangan golf, dan klub kebugaran.

Sedangkan Octave berdiri pada bulan Mei 2014 di Jepang. Adapun bisnis utama dari perusahaan ini adalah membeli, memiliki, mengelola, menahan, menjual, dan mengatur saham AirAsia Jepang serta mengumpulkan saham AirAsia Jepang. (sanusi)

Read more...

Menkeu Chatib Basri: Kepercayaan Investor terhadap Indonesia Masih Tinggi

MENTERI Keungan Chatib Basri menilai kepercayaan terhadap instrumen pasar keuangan Indonesia masih tinggi. Hal tersebut terbukti dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) dari penerbitan perdana Eurobond yang mencapai hampir 7 kali dari penawaran.

“Yang luar biasa menurut saya demand-nya sampai 6,7 billion Euro. Berarti hampir 7 kali oversubscribed. Ini menunjukkan bahwa appetite atau permintaan atau kepercapayaan terhadap Indonesia masih sangat tinggi,” kata Chatib ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Permintaan yang tinggi terhadap Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Euro dengan nomor seri RIEUR0721 tersebut, juga menunjukkan bahwa pasar tidak hanya melihat pelemahan rupiah semata.

“Jadi kalau saya lihat dari sini memang pelemahan rupiah dari beberapa waktu terakhir lebih merupakan fenomena lokal,” imbuhnya. Dengan yield Euro yang lebih rendah dibanding yield dollar AS, maka biaya pinjaman jadi llebih murah.

“Itu jelas lebih rendah dibandingkan dengan kupon di dalam dollar AS untuk jenis bonds yang sama. Harganya juga bagus dan ini adalah strategi yang dipilih pemerintah ketika yield dollarnya naik, kita masuk kepada Euro yang yield dari Euronya mengalami penurunan. Sehingga dengan begitu cost of borrowing, atau biaya pinjaman, jadi lebih murah,” katanya lagi.

Chatib menambahkan, keputusan pemerintah mengeluarkan SUN Euro sudah tepat, menyusul kebijakan quantitative-easing yang baru saja diambil oleh ECB. Sebagai informasi, penjualan SUN denominasi euro ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia di pasar keuangan internasional.

“Penerbitan ini dilaksanakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber-sumber pembiayaan dan perluasan basis investor global," tulis Direktorat Jenderal Pengolaan Utang Kementerian Keuangan dalam keterangan resmi, Kamis (3/7/2014).

Hasil dari penerbitan SUN ini digunakan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN-P 2014. SUN denominasi euro ini memiliki tenor 7 tahun dengan tanggal pricing pada 2 Juli 2014. (baca: Untuk Pertama Kalinya Indonesia Terbitkan SUN Euro). (kompas.com/red)

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.