Menu

Lebarkan Sayap Bisnis, Wing Air Buka Rute Penerbangan Medan-Malaka

JAKARTA ; Maskapai penerbangan yang tergabung dalam Lion Air Group terus memperluas jaringan penerbangan di kancah domestik dan internasional. Kali ini Wing Air membuka jalur penerbangan Medan Kualanamu- Melaka

, Malaysia. Layanan ini akan tersedia dalam frekuensi satu kali penerbangan harian (daily flight). Seluruh penumpang mendapatkan kesempatan terbang dengan menggunakan pesawat tipe ATR 72-500/ 600 berkapasitas 72 penumpang.

Penerbangan dari Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang (KNO) bernomor IW 1136 dijadwalkan berangkat pada pukul 15.30 WIB dan tiba di Melaka pada 18.00 waktu setempat. Untuk rute sebaliknya, dari Lapangan Terbang Antarabangsa Melaka atau Bandar Udara Internasional Melaka, Batu Berendam (MKZ) akan terbang pada 18.25 waktu setempat dan sampai di Kualanamu pada 18.55 WIB dengan nomor IW 1137. Pilihan perjalanan udara langsung ini memakan waktu tempuh sekitar 90 menit. Untuk mengakomodir kebutuhan wisatawan dan pebisnis, rute terbaru ini tersedia dengan tarif mulai dari Rp 800.000 sekali jalan.

Rencana pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari strategi dan upaya untuk menjawab dinamika pasar. Sekaligus menjadi komitmen utama Wings Air dalam meningkatkan jaringan penerbangan, khususnya memperkuat operasional dari hub Medan Kualanamu.

Capt. Redi Irawan, Operation Director of Wings Air mengatakan, “Kami sangat senang kembali memberikan pilihan perjalanan bagi pelanggan dan masyarakat dalam bepergian untuk tujuan wisata, pendidikan, bisnis ataupun berobat dari Sumatera Utara (Sumut) ke Malaysia melalui Melaka, begitu juga sebaliknya.  Penerbangan tanpa henti ini diharapkan memberikan nilai tambah kepada pelanggan, antara lain tarif tiket terjangkau, jarak lebih pendek, hemat waktu, menambah pengalaman bepergian dan semakin nyaman.”

“Tersedianya rute Medan – Melaka pergi pulang adalah bagian dari program ekspansi Wings Air. Lion Air Group menunjukkan keseriusan dalam menyediakan konektivitas yang lebih baik antara Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Kehadiran Wings Air di Malaka, menjadikan sebagai kota ketiga tujuan internasional, setelah Kuching yang dibuka pada Januari lalu dan Miri di Sarawak, Malaysia yang diresmikan Maret lalu. Kami optimis, dengan tingginya permintaan pada sektor ini, tingkat keterisian penumpang dapat memberikan target load factor sekitar 80%,” papar Capt. Redi.

Akses Medan ke Melaka diharapkan akan membantu mengembangkan pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah, terutama dari sektor perdagangan dan pariwisata. Hal ini juga dinilai dapat semakin memperkuat hubungan baik bilateral Indonesia dan Malaysia.

Sumatera Utara memiliki kawasan andalan strategis propinsi, yang penataan ruangnya diprioritaskan karena berpengaruh sangat penting terhadap bidang lingkungan, ekonomi/ perdagangan dan sosial budaya. Bagi pelancong mempunyai alasan lain untuk berkunjung ke ibukota Sumatera Utara, selain aktivitas bisnis, Medan telah berperan sebagai tempat favorit transit guna melanjutkan perjalanan ke destinasi lain yang ada di Sumut dan sekitar, misalnya ke Danau Toba, Brastagi, Nias dan sebagainya.

Wisata kesehatan tetap masih menjadi primadona yang diandalkan pemerintah Melaka. Terdapat empat rumah sakit merupakan pilihan bagi pengunjung untuk melakukan pengobatan, salah satu daya tarik ialah biaya yang relatif murah.

Untuk destinasi sejarah, Melaka memperoleh pengakuan dari Unesco sebagai salah satu situs warisan dunia. Di kota ini masih berderetan arstiketur peninggalan Belanda, Inggris dan Portugis, yang konon berusia  lebih dari 500 tahun.

Tujuan wisata popular tersebut, antara lain wisata sejarah Melaka Heritage Trail yang dinikmati wisatawan secara gratis di kawasan bersejarah Banda Hilir, Kampung Morten, Kampung Portugis dan Kampung Chetti. Wisatawan juga bisa menelusuri Kota Tua Melaka, Melaka River Cruise Menara Taming Sari serta tujuan lainnya.

Lion Air Group saat ini beroperasi di Bandar Udara Internasional Kualanamu dengan melayani penerbangan ke beberapa destinasi domestik seperti Wings Air terbang ke Dumai, Gunungsitoli, Jambi, Lhokseumawe, Meulaboh, Padang Sidempuan, Sabang, Sibolga, Silangit, Simeulue, Takengon. Batik Air dengan tujuan Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta, Kuala Lumpur dan Chennai. Lion Air memiliki jaringan ke Banda Aceh, Bandung, Batam, Jakarta–Soekarno–Hatta, Padang, Palembang, Pekanbaru, Penang dan Surabaya. Malindo Air pada rute ke Ipoh dan Kuala Lumpur. Untuk di Bandar Udara Internasional Melaka, Malindo Air sudah menerbangi ke Pekanbaru dan Penang.

Pada 2018, Wings Air beroperasi di 108 destinasi domestik dan ke internasional di Kuching dan Miri, Malaysia dengan total frekuensi mencapai lebih dari 360 penerbangan perharinya.  Wings Air akan semakin diperkuat dengan adanya penambahan sekitar empat unit ATR 72-600 tahun ini. {yo}

 

 

 

Read more...

Lion Air Group Permudah Akses Wisatawan dan Pebisnis ke Koridor Ekonomi Sulawesi Tengah

PALU, Provinsi Sulawsi Tengah dengan ibukotanya Palu memiliki topografi wilayahnya lengkap. Mulai dari tatanan sungai nan elok dipandang mata hingga membelah kota, termasuk hamparan pegunungan mengular ke utara dan garis pantai telah membentuk teluk sebagai pemandangan eksotis.

Keindahan kota Palu tidak lepas dari pantauan Lion Air Group, perusahaan jasa penerbangan yang dikenal agresif menggarap pasar turis, menjadikan Palu sebagai salah satu kota sentral transportasi bagi traveler yang akan mengunjungi daerah ini. Tak tangung-tangung Lion Air Grup menawarkan 30 frekuensi penerbangan setiap hari melalui Palu.

" Ini bentuk komitem Lion Air Group untuk ikut berkontribusi mendukung pengembangan destinasi wisata dan bisnis di daerah di Indonesia khususnya Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui sektor udara, "demikian dikatakan Edward Sirait President and CEO Lion Air Group dalam rilisnya pada majalahpotretindonesia.com, Sabtu {14/4/2018}

Menurut dia, jalur transportasi ini telah menjadi faktor utama dalam percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. " Kesungguhan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Lion Air Group yaitu turut membantu dan kolaborasi bersama pemerintah propinsi dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap potensi pariwisata khususnya di Sulteng" tegas Edward.

Salah satu buktinya lanjut Ewdwar, Lion Air Group berpartisipasi dalam Sulteng Expo 2018 yang mengusung konsep edukasi investasi, pariwisata dan pengembangan industri kreatif. Kegiatan promosi daerah ini melibatkan sektor perjalanan udara, produk UKM, budaya, kerajinan nasional dan produk jasa unggulan lainnya yang digelar pada 13 - 17 April 2018, di Sirkuit Panggona, STQ Nasional, Bukit Jabal Nur, Kota Palu.

 “Lion Air Group akan senantiasa mendorong kunjungan wissatawan melalui berbagai aktivitas yang menarik. Agenda seperti Sulteng Expo 2018 ini mampu menjadi forum sinergi berbagai pemangku kepentingan pelaku pariwisata nasional dan daerah untuk bersama-sama dalam mengembangkan tourism yang didukung sektor lain guna menyediakan jasa pariwisata di Sulawesi Tengah," terangnya.

Edward mengatakan, dalam menciptakan dan mengembangan kawasan tujuan wisata haruslah mengedepankan berbagai aspek, sehingga aktivitas pengunjung selama berada di destinasi menjadi lebih komprehensif. 

"Lion Air Group optimis, potensi yang dimiliki Sulteng dipadu kerjasama secara baik bersama para pemain industri transportasi udara, infrastruktur serta pihak terkait lainnya bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Palu dan destinasi lainnya di Sulawesi Tengah,” papar Edward.

Lion Air Group sudah berperan dalam menyediakan akses dari dan menuju Sulteng, sesuai konsep Komponen Daerah Tujuan Wisata 3A, yaitu daya tarik (attractions), fasilitas (amenities), aksebilitas (access). Kehadiran jasa penerbangan semakin mempercepat koneksi dari dan ke wilayah ini. Ketersediaan pilihan penerbangan akan mampu  menggiatkan wisata dan bisnis ke daerah, karena connectivity menuju ke destinasi wisata itu harus bisa ditempuh dalam jangka pendek, nyaman, aman dan terjangkau.

Sulawesi Tengah menjadi salah satu hub (penghubung) Lion Air Group. Propinsi ini memiliki tujuh bandar udara. Hal tersebut dinilai sangat menguntungkan dalam percepatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Lion Air dan Batik Air sudah beroperasi di Bandar Udara Mutiara Sis-Aljufri, Kota Palu dengan frekuensi 30 regular flight setiap harinya. Wings Air melayanai rute di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, Kabupaten Banggai; Kasiguncu di Kota Poso, Tanjung Api di Ampana, Pogogul di Buol, Sultan Bantilan Tolitoli. Satu airport yang belum disinggahi yaitu Maleo, Morowali. Penerbangan tersebut memberikan nilai tambah bagi traveler and business dengan terhubung (connecting flight) ke beberapa kota besar, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Manado. Kedepannya, jaringan ini akan terus dikembangkan.

Edward menambahkan, “Lion Air Group sudah lama beroperasi di Sulawesi Tengah, propinsi yang cukup luas ini memiliki infrastruktur yaitu bandar udara di setiap kabupaten. Untuk itu, kami sudah menghubungkan kota/ daeraj dalam mempercepat dan mempermudah mobilitas orang serta barang di intra-Sulteng maupun dari/ ke Sulteng. Kami menilai, Sulawesi Tengah memiliki keunggulan wisata dan bisnis yang menjadi modal besar seiring pengembangan serta peningkatan daerah, pusat logistik terpadu dan industri pengolahan di koridor ekonomi Sulawesi.”

Potensi wisata paling menonjol Sulteng antara lain pantai dan laut (bahari) yang memukau dengan terumbu karang, spesies ikan yang tidak ada di destinasi lain. Beberapa daerah yang tersebar di Sulteng menyajikan tujuan wisata  alam berupa danau besar dan kecil, menawarkan tertentu dengan dikelilingi hutan dan gunung.

Keragaman budaya, adat dan berbagai etnis yang sangat unik telah menambah daya tarik wisata. Selain itu,  makanan khas daerah dan industri kreatif telah dikembangkan, sehingga melengkapi sebagai satu keutuhan dalam kawasan wisata.

Sulteng juga mempunyai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu yang diproyeksikan menjadi pusat pengolahan hasil agro dan layanan sektor logistik. Sulteng memiliki keunggulan konektivitas geostrategis ke pasar dalam dan luar negeri.

Lion Air Group memiliki keseriusan sejalan program Kementerian Pariwisata dalam mendatangkan 17 juta wisatawan menuju Indonesia. Para wisatawan nusantara (wisnus) dan mancanegara (wisman) yang datang dari beberapa daerah dan luar negeri dapat menggunakan  layanan Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, Wings Air, Malindo Air, Thai Lion Air)  dapat melanjutkan perjalanan menuju Sulteng.

Keselamatan, keamanan serta kenyamanan penumpang dan kru pesawat merupakan prioritas utama. Lion Air Group berhasil menyelesaikan audit internasional mengenai keselamatan penerbangan, sehingga layak disejajarkan dengan airlines kelas dunia. Audit IOSA dirancang untuk menilai manajemen operasional serta sistem kontrol maskapai. Batik Air telah mengantongi sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA). {yo}

Inilah Jaringan Penerbangan Lion Air Group dari Palu

Rute Batik Air, Frekuensi Terbang

Palu – Cengkareng

1 kali per hari

Palu – Makassar – Cengkareng

2 kali per hari

Rute Lion Air

Palu – Cengkareng

2 kali per hari

Palu – Balikpapan

1 kali per hari

Palu – Surabaya

1 kali per hari

Palu – Makassar

2 kali per hari

Rute Wings Air

Palu – Luwuk

2 kali per hari

Palu – Toli Toli

1 kali per hari

Palu – Buol

1 kali per hari

Palu – Ampana

1 kali per hari

Palu – Luwuk – Manado

2 kali per hari

Palu – Tarakan

1 kali per hari

Palu – Gorontalo

1 kali per hari

 

 

Read more...

Boeing dan Lion Air Group Resmi Beli 50 Pesawat Boeing 737 MAX 10

JAKARTA ; Boeing [NYSE:BA] dan Lion Air Group hari ini mengumumkan bahwa Lion Air Group merealisasikan pembelian 50 Boeing 737 MAX 10 sebagai generasi pesawat terbaru, yang akan menjadi ­­jet berlorong tunggal (single aisle) paling efisien dan menguntungkan di industri penerbangan.

Kontrak pembelian bernilai sekitar 6,24 miliar dolar AS sesuai daftar resmi harga pesawat yang dirilis Boeing. Nominal tersebut menjadikan Lion Air Group sebagai pelanggan Boeing dengan pemesanan pesawat terbesar untuk jenis MAX 10 hingga saat ini.  Pembelian ini merupakan kelanjutan dari komitmen Boeing dan Lion Air Group di Paris Air Show 2017.

Pengadaan Boeing 737 MAX merupakan wujud keseriusan perusahaan yang mempunyai program dalam menyediakan armada dengan mengandalkan pesawat generasi paling baru, modern, berteknologi tinggi dan berusia muda.

“Lion Air Group sangat senang menjadi pelanggan pertama yang melakukan pembelian versi terbaru Boeing 737 MAX 10. Pesawat ini memberikan keuntungan lebih karena memiliki tingkat efisiensi tinggi dari segi bahan bakar, biaya operasional dan sangat sesuai dengan perkembangan armada yang semakin canggih. Kami bangga dapat melanjutkan inovasi dan revitalisasi grup Lion Air dengan kembali mencatatkan tonggak sejarah di industri ini karena kami kembali menjadi yang pertama dalam hal penggunaan teknologi pesawat terbaru,” kata Edward Sirait, President and CEO Lion Air Group.

Edward menambahkan, “Boeing 737 MAX adalah kombinasi sempurna dari jet lorong tunggal dan akan menjadi pesawat yang ideal seiring strategi pertumbuhan Lion Air Group. Boeing 737 MAX 10 akan melengkapi MAX 8 dan MAX 9 yang sudah kami operasikan. Keluarga MAX akan memberikan solusi bagi Lion Air Group sejalan ekspansi bisnis dan komitmen dalam menyediakan layanan dengan mengedepankan kenyamanan tertinggi bagi pelanggan selama perjalanan udara, terutama di kawasan Asia Tenggara. Kami akan terus memimpin pasar aviasi dengan kesungguhan memberikan yang terbaik".

Lion Air Group merupakan pelanggan pertama Boeing dalam peluncuran perdana Boeing MAX 9. Thai Lion Air pada 29 Maret lalu merayakan kedatangan Boeing 737 MAX 9 pertama di dunia. Pesawat beregistrasi HS-LSH mendarat mulus di Bandar Udara Internasional Don Mueang, Bangkok, Thailand (DMK). Dengan mengoperasikan 737 MAX 9 grup ini telah meningkatkan kapasitas angkut (daya muat) penumpang dan kargo serta mendukung pembukaan beberapa rute baru regional/ internasional.

Grup maskapai yang berbasis di beberapa negara kawasan Asia Tenggara ini juga menjadi operator pertama yang menambahkan Boeing 737 MAX 8 ke dalam layanan operasional. Lion Air Group memiliki pesanan tambahan 1.273 pesawat seri MAX, jumlah itu menjadikan Lion Air Group sebagai salah satu operator terbesar di dunia.

Lion Air Group mulai beroperasi pada Juni 2000 dengan Boeing 737-200 dan hari ini, melalui perusahaan utama Lion Air dan anak perusahaannya Malindo Air, Batik Air dan Thai Lion, mengoperasikan lebih dari 186 pesawat Boeing, termasuk 737-800 Next-Generation, 737-900ER serta keluarga 737 MAX 8 dan 737 MAX 9.

“Kami bangga karena Lion Air Group sebagai salah satu maskapai yang paling inovatif dan tengah berkembang pesat ini kembali membuktikan kepercayaannya terhadap kami,” ujar Dinesh Keskar, Senior Vice President, Asia Pacific & India Sales, Boeing Commercial Airplanes.

Dengan 737 MAX 10, lanjut dia, Lion Air akan memiliki serangkaian pilihan armada yang efisien dan andal untuk mengoptimalkan jaringannya dalam melayani pelanggan sekaligus meningkatkan keuntungan.

Boeing 737 MAX adalah seri pesawat yang menawarkan konfirgurasi 130 hingga 230 tempat duduk dengan ketinggian jelajah mencapai 3.850 mil laut atau 7.130 kilometer. Pesawat jet ini dari segi aerodinamika, didesain dan dilengkapi lekukan ujung sayap kembar (winglet) terbaru, dengan tampilan seperti dibelah menjadi dua, satu menjulur ke atas dan satu ke bawah.

Untuk tenaga, 737 MAX didukung mesin CFM International LEAP-1B terbaru. Mesin ini diklaim mampu membuat kabin lebih senyap (memiliki tingkat kebisingan rendah), polusi suara (noise) yang dihasilkan juga sudah diturunkan.

Pesawat ini juga dilengkapi interior Boeing Sky untuk meningkatkan kenyamanan tertinggi penumpang, tampilan panel dan ruang kokpit luas serta berbagai fitur lainnya yang menawarkan efisiensi, keandalan maksimal di kelas pesawat lorong tunggal.

Boeing 737 MAX 10 adalah jenis pesawat terluas di serinya. Fitur utama pesawat dengan panjang 43,8 meter (143 kaki) ini dapat membawa hingga 230 penumpang. Maskapai yang mengoperasikan akan mendapatkan biaya terendah setiap kursi per jarak tempuh (seat-mile cost) terendah di kelas pesawat berlorong tunggal.

Keluarga Boeing 737 MAX merupakan pesawat yang paling cepat terjual sepanjang sejarah Boeing, dengan akumulasi pemesanan mencapai 44.000 dari 96 pelanggan di seluruh dunia. {yo}

 

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.